Dihadiri Plt Bupati, Sebanyak 250 Anggota Banser Sukoharjo Ikuti Pembaretan

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo saat menghadiri pembaretan 250 anggota dan kader Satkorcab Banser, Minggu (9/8/2026)

Sukoharjonews.com – Sebanyak 250 anggota dan kader Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sukoharjo mengikuti rangkaian tradisi pembaretan, Minggu (9/8/2026). Para peserta menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer dari halaman Masjid Sholihin, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, hingga Lapangan Joho, Sukoharjo.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo. Dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026), perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kader Banser. Dengan berjalan kaki dalam satu barisan, para peserta diuji ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta kepatuhan terhadap komando.

Sesampainya di Lapangan Joho, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyematan baret sebagai simbol telah ditempuhnya salah satu tahapan pengabdian dalam tubuh Banser.

Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Sukoharjo, Suwondo, mengatakan pembaretan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses kaderisasi yang menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Pembaretan ini adalah kawah candradimuka bagi kader Banser. Perjalanan dari Masjid Sholihin hingga Lapangan Joho merupakan ujian fisik sekaligus tirakat batin. Baret yang kini dikenakan merupakan simbol kehormatan yang menuntut kesetiaan, kedisiplinan, dan dedikasi dalam menjalankan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Menurut Suwondo, proses tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan fisik semata. Para kader juga dituntut memiliki keteguhan sikap, kesiapan menjalankan tugas, serta mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama.

Sedangkan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sukoharjo, Dahwan Asqolani, mengingatkan para kader agar memahami posisi Banser sebagai bagian penting dari gerakan GP Ansor.

“Banser adalah benteng terdepan GP Ansor. Karena itu, setiap kader harus memahami garis instruksi dan komando organisasi. Ingat selalu ikrar Nawa Prasetya Banser, rapatkan barisan, dan jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam mengawal muruah ulama serta menjaga keutuhan NKRI,” tegas Dahwan.

Ia juga menekankan bahwa baret yang disematkan bukan sekadar identitas organisasi. Baret tersebut menjadi pengingat atas tanggung jawab dan amanah yang melekat pada setiap anggota Banser.

Pesan serupa disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Sukoharjo, Khomsun Nur Arif. Ia mengingatkan para kader Banser agar menjadikan setiap tugas sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah.

“Banser adalah salah satu wajah pelindung Nahdlatul Ulama. Ketika baret sudah dikenakan, niatkan setiap langkah sebagai ibadah dan pengabdian. Teruslah berkhidmat dengan ikhlas, menjadi penyejuk di tengah masyarakat, dan tetap teguh menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, memberikan apresiasi atas kontribusi Banser di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan Banser dapat menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan, masyarakat, dan pemerintah.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dedikasi dan kontribusi Banser Sukoharjo. Sinergi antara Banser, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menciptakan Sukoharjo yang aman dan damai. Saya berharap para kader yang hari ini resmi mengenakan baret dapat terus menjadi elemen perekat bangsa serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Prosesi pembaretan kemudian ditandai dengan penyematan baret secara simbolis oleh jajaran pimpinan dan tamu undangan yang hadir.

Dengan selesainya rangkaian tersebut, sebanyak 250 anggota dan kader Banser Sukoharjo diharapkan semakin siap menjalankan tugas-tugas pengabdian di tengah masyarakat. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar