Sukoharjonews.com – Sukoharjo Job Fair 2025 kembali digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D). Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari, 10-11 Juli 2025 dengan diikuti 40 stan perusahaan yang menyediakan sekitar ribuan lowongan pekerjaan. Sukoharjo Job Fair 2025 dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (10/7/2025).
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno,
Sukoharjo Job Fair tahun 2025 ini bertujuan untuk menyediakan ruang bertemunya antara perusahaan dengan pencari kerja potensial, sehingga dapat menekan kembali Tingkat Pengangguran di Kabupaten Sukoharjo.
“Selain itu, juga untuk meningkatkan efektivitas proses rekrutmen, membuka akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat umum serta bertujuan untuk menjalin sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri,” ujarnya.
Menurutnya, event dikuti 40 perusahaan di Sukoharjo dengan menawarkan 22.859 lowongan dengan posisi jabatan bervariasi mulai dari tenaga produksi, tenaga usaha jasa, tenaga usaha penjualan, tenaga tata usaha, tenaga ketatalaksanaan dan teknisi.
Selama event ditargetkan sebanyak 7.000 orang pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan. Sedankan target penempatan tenaga kerja selama 2 (dua) hari pelaksanaan Job Fair adalah sebanyak 5.000 orang.
Sedangkan Bupati Etik Suryani, mengatakan masalah ketenagakerjaan merupakan masalah bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah saja untuk menyelesaikannya, namun diperlukan peran aktif masyarakat baik dari pihak pemberi kerja/perusahaan, para pengusaha, ataupun para pencari kerja, serta stakeholder terkait yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.
“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam mengatasi pengangguran. Namun, masalah ini belum dapat tertangani secara keseluruhan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Bupati melanjutkan, laju peningkatan kesempatan kerja tidak sebanding dengan laju peningkatan pencari kerja. Kesempatan kerja yang tersediapun tidak semua dapat dimanfaatkan dengan optimal.
“Event ingataki adalah kesempatan emas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kompetenasi dan semangat kerja yang tinggi,” ujarnya.
Bupati juga mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan job fair ini nantinya tidak diukur dari banyaknya jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan dan banyaknya pencari kerja yang mendaftar. Tetapi, lebih pada banyaknya jumlah pencari kerja yang berhasil ditempatkan, karena muara dari seluruh proses adalah penempatan tenaga kerja. (nano)
Tinggalkan Komentar