Sukoharjonews.com – Menjalani diet tanpa gula dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Berikut daftar makanan yang harus Anda makan dan hindari selama menjalani diet ini untuk kesehatan yang lebih baik.
Entah Anda suka makanan manis atau tidak, gula selalu menemukan cara untuk masuk ke dalam makanan Anda. Ya, camilan lezat ini memang mengandung cukup banyak gula. Namun, ada sedikit rasa manis bahkan dalam teh pagi atau sore Anda, atau minuman bersoda favorit Anda. Meskipun makanan dan minuman ini memberikan kenikmatan luar biasa bagi indra perasa kita, makanan dan minuman ini juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, diabetes, dan penyakit jantung.
Dikutip dari Healthshots, Senin (21/7/2025), jika Anda mencoba menjalani diet tanpa gula untuk kesehatan yang lebih baik, Anda mungkin penasaran dengan jenis makanan yang bisa Anda makan. Anda juga perlu memiliki daftar makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama menjalani diet tanpa gula.
Apakah diet tanpa gula baik untuk Anda?
Menghilangkan gula tambahan dari pola makan sehari-hari Anda dapat mengurangi risiko beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sebuah studi yang dipublikasikan di Nutrients menemukan hubungan antara asupan gula total dan peningkatan risiko diabetes. Sebuah analisis yang dipublikasikan di Nutrients juga menemukan hubungan yang kuat antara konsumsi gula dan obesitas. Jadi, mengurangi asupan gula dapat membantu menurunkan berat badan. Anda bahkan mungkin mengalami peningkatan yang signifikan pada kesehatan gigi dan kadar gula darah Anda. Namun perlu diingat bahwa menghindari gula sama sekali tidak sehat dan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Saat menjalani diet tanpa gula, pastikan Anda mengonsumsi gula alami seperti buah dan sayur yang tidak berbahaya.
Makanan yang dapat Anda konsumsi saat diet tanpa gula
Berikut beberapa makanan yang dapat Anda nikmati saat diet tanpa gula:
1. Buah utuh: Meskipun diet tanpa gula membatasi gula tambahan, biasanya diet ini memperbolehkan gula alami yang terdapat dalam buah utuh. Buah-buahan seperti beri, apel, jeruk, dan pir merupakan pilihan yang sangat baik karena menyediakan vitamin, mineral, dan serat esensial.
2. Sayuran: Sayuran non-tepung seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol, dan paprika rendah gula alami dan mengandung nutrisi. Sayuran ini merupakan bagian penting dari diet bebas gula.
3. Protein: Sumber protein rendah lemak seperti unggas, ikan, daging tanpa lemak, dada ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan (buncis, lentil, dan buncis) adalah pilihan yang baik. Protein membantu menjaga rasa kenyang dan menstabilkan kadar gula darah.
4. Biji-bijian utuh: Biji-bijian utuh seperti quinoa, beras merah, oat, dan produk gandum utuh (secukupnya) adalah pilihan yang lebih baik daripada biji-bijian olahan karena mengandung lebih banyak serat dan lebih sedikit gula tambahan. Contoh biji-bijian utuh meliputi:
5. Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, walnut, biji chia, dan biji rami merupakan sumber lemak, protein, dan serat yang sehat. Kacang-kacangan ini dapat menjadi camilan yang mengenyangkan dan dapat ditambahkan ke dalam makanan.
6. Produk susu dan alternatifnya: Susu mentega tanpa pemanis, kefir, dan susu almond atau kedelai tanpa pemanis adalah pilihan produk susu yang cocok. Sangat penting untuk memilih produk tanpa tambahan gula.
7. Rempah dan bumbu: Memberi rasa pada hidangan dengan rempah dan bumbu seperti kemangi, timi, oregano, dan kayu manis dapat meningkatkan rasa tanpa menambahkan gula.
8. Lemak sehat: Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan minyak kanola merupakan sumber lemak sehat yang baik dan dapat dimasukkan ke dalam pola makan dalam jumlah sedang.
Makanan yang harus dihindari saat menjalani diet tanpa gula
Berikut adalah makanan yang harus Anda hindari saat menjalani diet tanpa gula:
1. Gula tambahan: Jika Anda menjalani diet tanpa gula, Anda harus fokus untuk menghilangkan atau mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan. Ini termasuk minuman manis seperti soda, jus buah, minuman berenergi, dan kopi atau teh manis. Dalam sebuah studi selama 15 tahun yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine, orang yang mengonsumsi 17% hingga 21% kalori mereka dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi 8% kalori mereka dari gula tambahan.
2. Makanan manis dan pencuci mulut: Permen, kue kering, kue, pastri, es krim, dan camilan manis lainnya juga harus dihindari. Pilihlah alternatif bebas gula atau pemanis alami jika Anda ingin menambahkan gula.
3. Makanan olahan: Banyak makanan olahan, termasuk camilan kemasan, bumbu, dan saus salad, seringkali mengandung gula tambahan tersembunyi. Penting untuk memeriksa label dan memilih produk tanpa tambahan gula atau dengan kandungan gula minimal. Contoh makanan olahan antara lain camilan kemasan, makanan cepat saji, makanan beku, permen, kue, dan kukis.
4. Roti putih dan biji-bijian olahan: Roti putih, nasi putih, dan biji-bijian olahan lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Memilih biji-bijian utuh adalah pilihan yang lebih baik.
5. Sereal sarapan manis: Kebanyakan sereal sarapan komersial mengandung gula tambahan yang tinggi. Sebaiknya pilih sereal sarapan tanpa pemanis atau rendah gula dan tambahkan buah untuk rasa manis.
6. Jus buah: Buah-buahan tinggi gula alami. Buah utuh adalah pilihan yang lebih baik karena mengandung serat, yang memperlambat penyerapan gula.
7. Daging olahan: Beberapa daging olahan, seperti sosis dan bacon, mungkin mengandung gula tambahan. Disarankan untuk memilih daging yang tidak diproses atau tanpa tambahan gula.
Menjalani diet tanpa gula dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati makanan manis lagi. Diet ini dapat membantu Anda mengendalikan keinginan mengonsumsi gula seiring waktu karena indra perasa Anda mungkin beradaptasi dengan kadar gula yang lebih rendah. Periksa label makanan dengan saksama untuk menjaga pola makan yang sehat. (nano)
Tinggalkan Komentar