Diabetes: 5 Alasan Mengapa Kadar Gula Darah Bisa Berfluktuasi

Jaga kadar gula darah Anda tetap terkendali. (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Merawat anggota keluarga yang menderita diabetes berarti memperhatikan pola makan dan rutinitas harian mereka. Ada beberapa pemicu mengejutkan yang dapat membuat kadar gula darah Anda berfluktuasi.

Sejak Anda mengetahui bahwa orang yang Anda cintai menderita diabetes, Anda pasti telah mengubah pola makan dan gaya hidup mereka secara umum. Anda pasti telah menjauhkan mereka dari segala hal yang manis. Anda mungkin berpikir Anda tahu segalanya karena Anda telah menyiapkan makanan sehat dan mendorong mereka untuk tetap bugar.

Dikutip dari Healthshots, Selasa (12/8/2025), namun, ada pemicu mengejutkan yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Dalam 30 tahun terakhir, prevalensi diabetes tipe 2 telah meningkat drastis. Namun, jangan terkecoh dengan statistik tersebut. HealthShots terhubung dengan Dr. Shahid Shafi Bhat, Konsultan Penyakit Dalam, Ujala Cygnus Group of Hospitals Moradabad untuk mengetahui hal-hal yang dapat membuat kadar gula darah berfluktuasi.

Beliau mengatakan bahwa diabetes melitus adalah sekelompok kondisi metabolik kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin atau resistensi terhadap kerja insulin, atau keduanya.

Pemicu tak terduga yang dapat menyebabkan gula darah berfluktuasi
Mengubah pola makan dan memasukkan olahraga ke dalam rutinitas harian sangat penting dalam mengendalikan dan mencegah diabetes. Untuk mengelola diabetes, pedoman diet tertentu perlu diikuti. Anda tidak dapat sepenuhnya menghindari karbohidrat dari pola makan mereka. Namun, sebagian besar karbohidrat harus berupa pati seperti jagung, beras, dan kacang-kacangan. Berikut adalah hal-hal yang dapat membuat kadar gula darah berfluktuasi:

1. Panas ekstrem
Baik saat mandi dengan air panas, berendam di bak air panas, atau saat kulit terbakar sinar matahari, panas ekstrem dapat menyebabkan pembuluh darah melebar. Pakar mengatakan hal ini membuat insulin diserap lebih cepat dan dapat menyebabkan gula darah rendah.

2. Gula rafinasi
Gula seperti glukosa dan sukrosa, serta produk turunannya seperti minuman ringan dan permen, harus dihindari, kecuali selama sakit parah atau episode hipoglikemia. Makanan ini mengandung gula sederhana yang mudah diserap, sehingga menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, kata Dr. Bhat.

3. Kurang tidur
Ketika tubuh tidak cukup tidur, hal itu menyebabkan stres. Stres dapat membuat penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi.

4. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan hiperglikemia, karena gula dalam sirkulasi mereka menjadi lebih terkonsentrasi. Selain itu, gula darah tinggi dapat menyebabkan mereka lebih sering buang air kecil. Itu berarti mereka akan semakin dehidrasi.

5. Melewatkan sarapan
Anda harus selalu memulai hari dengan sarapan yang sehat. Dan jika Anda merawat orang terkasih penderita diabetes, pastikan mereka tidak melewatkan sarapan. Jika mereka melewatkan sarapan, gula darah dapat meningkat setelah makan siang maupun makan malam.

Sebaiknya periksa kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan baru atau beraktivitas untuk memantau bagaimana tubuh mereka merespons.

Beberapa makanan yang dapat mereka konsumsi tanpa banyak berpikir antara lain sayuran berdaun hijau, tomat, bawang bombai, dan mentimun, saran ahli.

Sekarang musim panas, jadi Anda bisa membuatkan salad sayuran untuk mereka. Namun, jangan tambahkan krim jika Anda tidak ingin kadar gula darahnya berfluktuasi. Jika mereka sedang menjalani pengobatan insulin atau obat hipoglikemik oral tertentu seperti sulfonilurea, mereka harus makan secara teratur untuk mencegah hipoglikemia. Mereka harus makan tiga kali sehari ditambah camilan sehat di sela-selanya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar