Tak Berkategori  

Deretan Pemimpin Termuda di Dunia

banner 468x60
Pemimpin termuda di dunia. (Foto: dw)

Sukoharjonews.com – Di tengah perubahan dinamis dalam pemanduan negara-negara di seluruh dunia, kita menyaksikan fenomena menarik yang melibatkan pemimpin-pemimpin muda yang mengemban tanggung jawab kepemimpinan. Generasi muda dari berbagai negara telah muncul sebagai pemimpin, membawa semangat, energi, dan visi baru dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lima pemimpin negara muda yang menjadi sorotan internasional. Mereka bukan hanya wajah baru di panggung politik dunia, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda di seluruh dunia.


Dilansir dari Connx, pada Rabu (8/11/2023), berikut deretan pemimpin termuda di dunia:

1. Kim Jong Un (27 tahun)
Kim Jong-un menjadi pemimpin Korea Utara pada tanggal 17 Desember 2011 setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il. Saat itu, Kim Jong-un yang lahir pada 8 Januari 1984, sehingga ia berusia sekitar 27 tahun ketika ia mengambil alih kepemimpinan negara tersebut. Ini menjadikan Kim Jong-un sebagai salah satu pemimpin termuda dalam sejarah Korea Utara.

Kepemimpinan Kim Jong-un telah gejolak dan penuh kontroversi. Ia dikenal sebagai pemimpin otoriter yang menjalankan rezim yang keras dan memegang kendali penuh atas pemerintahan Korea Utara. Selama pemerintahannya, negara ini terus mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik, yang menjadi sumber kekhawatiran di tingkat internasional.


2. Jigme Khesar Namgyel (28 tahun)
Jigme Khesar Namgyel menjadi raja termuda di dunia yang karena dinobatkan saat masih berusia 28 tahun, ia dinobatkan pada 1 November 2008. Pengangkatannya menjadi raja dilakukan setelah ayahnya, Jigme Singye Wangchuck, memutuskan untuk turun tahta.

Peresmian upacara kenaikan tahta kerajaan ini kemudian diadakan pada 9 Desember 2008. Saat itu, penobatannya ditandai dengan Mahkota Gagak, sebuah mahkota resmi yang selalu dipakai raja-raja Bhutan.

Setelah resmi menjadi raja, Jigme Khesar Namgyel Wanchuck dianugerahi gelar “Mi’wang ‘Ngada Rinpoche” dan dipanggil “Ngada Rimboche” yang berarti “Yang Mulia”.

3. Tamim bin Hamad Al Thani (33 tahun)
Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Thani adalah pemimpin Qatar yang saat ini menjabat sebagai Emir Qatar. Ia lahir pada 3 Juni 1980. Syekh Tamim merupakan putra kedua dari Emir Qatar sebelumnya, Syekh Hamad bin Khalifa al-Thani, dan ibu kandungnya adalah Moza bint Nasser. Syekh Tamim dilantik sebagai Emir Qatar pada tanggal 25 Juni 2013, setelah ayahnya, Syekh Hamad, mengumumkan pengunduran dirinya. Saat itu, Syekh Tamim berusia 33 tahun ketika ia naik takhta sebagai Emir Qatar.

Selama pemerintahannya, Syekh Tamim telah berfokus pada pembangunan infrastruktur, inovasi ekonomi, dan urusan internasional. Ia juga dikenal sebagai sosok yang progresif dan telah berupaya memperkuat peran Qatar dalam diplomasi regional dan internasional.


4. Sanna Marin (34 tahun)
Perdana Menteri Finlandia periode 2019 hingga 2023 adalah Sanna Mirella Marin. Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, Marin telah menjadi anggota Parlemen Finlandia sejak 2015. Sejak 6 Juni 2019 hingga 10 Desember 2019, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Transportasi dan Komunikasi.

Partai Sosial Demokrat menunjuk Marin sebagai perdana menteri pada 8 Desember 2019, menggantikan Antti Rinne yang baru saja keluar. Setelah menjabat, Marin menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Finlandia dan juga pemimpin termuda di seluruh dunia.

Selama masa jabatannya sebagai pemimpin, Marin sangat dipuji atas dukungannya terhadap keberhasilan Finlandia menjadi anggota NATO serta kritiknya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan konflik di Ukraina.

5. Gabriel Boric (35 tahun)
Sejak 11 Maret 2022, politisi Gabriel Boric memimpin Chili. Boric masih berusia tiga puluh lima tahun saat itu. Kebanyakan orang mengingat Boric dari peran pentingnya sebagai ketua federasi mahasiswa selama demonstrasi mahasiswa tahun 2011-2012.

Pada tahun 2019, Boric juga memainkan peran penting dalam kekacauan sipil di Chili. Berkat posisinya tersebut, ia mampu mengalahkan José Antonio Kast pada putaran kedua pemilihan presiden Desember 2021, meraih 55,9 persen suara, dan menjadi presiden negara.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *