Dampak Kemarau, Tanaman Padi Puso Meluas Hingga Enam Kecamatan

Tanaman padi yang mengalami puso meluas hingga enam kecamatan sebagai dampak musim kemarau.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Petani di Kabupaten Sukoharjo mulai terdampak musim kemarau. Pasalnya, lahan padi yang mengalami gagal panen akibat kemarau meluas hingga enam kecamatan. Saat ini, lahan padi yang mengalami puso dan terdata Dinas Pertanian dan Perikanan mencapai 1.306 hektar. Selain itu, ratusan hektar tanaman padi lainnya juga terancam puso karena mengalami kerusakan berat.


“Saat ini tanaman padi yang mengalami puso meluas hingga enam kecamatan. Masing-masing Kecamatan Nguter, Tawangsari, Bulu, Weru, Bendosari, dan Polokarto,” jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Dyah Rilawati, Rabu (31/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai data yang masuk dinas, lahan padi yang mengalami puso terparah terjadi di Kecamatan Weru yang mencapai 692 hektare, disusul Kecamatan Bendosari 329 hektare. Kemudian, Kecamatan Nguter 211 hektar, Kecamatan Bulu 39 hektare, dan Kecamatan Polokarto seluas 27 hektare. Sebelumnya, data hingga Juni lalu, Kecamatan Tawangsari dan Polokarto belum masuk data yang mengalami puso.

Dyah mengakui jika tanaman padi yang puso merupakan tanaman yang ditanam di lahan tadah hujan. Selama ini, para petani tadah hujan nekat menanam padi meski sudah berulang kali disampaikan agar beralih menanam tanaman palawija saat musim kemarau. Tanaman padi yang puso sendiri rata-rata berusia 30-90 hari. Tanaman padi menjadi puso karena kekurangan air irigasi.

“Selain tanaman padi yang sudah puso, kami juga fokus untuk tanaman padi lainnya yang terancam puso karena mengalami kerusakan berat. Ada 663 hektare tanaman padi yang rusak berat,” kata Dyah.

Dia menambahkan, selama ini dinas melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan suplai bantuan air dengan memanfaatkan sumur dalam milik Pemkab. Selain itu petani juga mulai melakukan upaya pompanisasi untuk memasok kebutuhan air untuk lahan sawahnya. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar