Dalam Lima Tahun Terakhir, OTP Penerbangan Haji Garuda Indonesia Jadi yang Tertinggi

Tingkat ketepatan waktu penerbangan haji Garuda Indonesia pada 2026 mencapai 98,21%. (Foto: Dok Garuda Indonesia)

Sukoharjonews.com – Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, menyelesaikan fase keberangkatan operasional penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 yang berlangsung sejak 21 April hingga 21 Mei 2026. Pada periode ini, Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance (OTP) sebesar 98,21%.

Capaian tersebut menjadi OTP tertinggi Garuda Indonesia dalam operasional penerbangan haji selama lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, OTP penerbangan haji Garuda Indonesia tercatat 96,33 persen pada 2025, 79,52 persen pada 2024, 91,15 persen pada 2023, dan 96,88 persen pada 2022.

Penutupan fase keberangkatan ditandai dengan penerbangan kloter terakhir dari embarkasi Solo menuju Jeddah pada Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyak 360 calon jemaah haji diberangkatkan melalui penerbangan GA4117.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menyampaikan bahwa selama fase keberangkatan, Garuda Indonesia telah menerbangkan sebanyak 102.955 jemaah calon haji dari 10 embarkasi menuju Tanah Suci.

“Capaian ketepatan waktu ini menjadi wujud komitmen kami dalam memastikan operasional penerbangan haji berjalan optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.

“Tentunya capaian ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk terus menjaga konsistensi layanan pada fase operasional berikutnya, khususnya menjelang fase kepulangan jemaah ke Tanah Air,” terang Glenny, dilansir dari laman KabarBUMN, Jumat (29/5/2026).

Sebanyak 360 calon jemaah haji dari embarkasi Solo diberangkatkan pada penerbangan kloter terakhir.

Adapun total jemaah yang telah diberangkatkan berasal dari embarkasi Banda Aceh sebanyak 5.484 jemaah, Medan 5.972 jemaah, Padang 5.374 jemaah, Jakarta 12.562 jemaah, Solo 29.039 jemaah, Yogyakarta 9.288 jemaah, Balikpapan 5.842 jemaah, Banjarmasin 6.804 jemaah, Makassar 16.728 jemaah, serta Lombok sebanyak 5.862 jemaah.

Glenny menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan fase keberangkatan tersebut turut didukung oleh koordinasi intensif bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Haji dan Umrah RI, otoritas kebandarudaraan, regulator, serta seluruh pihak terkait lainnya dalam memastikan kesiapan operasional dan layanan penerbangan haji berjalan secara optimal.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Fase II (Kepulangan) operasional penerbangan haji yang akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.

Berbagai kesiapan terus dimatangkan, khususnya dalam memastikan kebutuhan layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dapat terpenuhi secara optimal. Mulai dari ketersediaan kursi roda, ambulift di sejumlah embarkasi, layanan buggy car, bus jemaah berfasilitas toilet, hingga kesiapan awak kabin Garuda Indonesia yang akan mendampingi jemaah selama penerbangan berlangsung.

“Garuda Indonesia akan terus memonitor pelaksanaan fase kepulangan guna memastikan seluruh proses kepulangan jemaah menuju Tanah Air dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga operasional penerbangan haji selesai dilaksanakan pada akhir Juni mendatang,” tambah Glenny. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar