Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo sudah turun signifikan sejak beberapa waktu terakhir. Berdasarkan update pada 20 September 2021, kasus posiif corona aktif di Sukoharjo tinggal 222 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Sebaran positif corona aktif terbanyak masih di Kecamatan Kartasura dengan 114 kasus.
“Dari 12 kecamatan, saat ini kasus positif corona aktif paling banyak masih di Kecamatan Kartasura dengan 114 kasus, kemudian Polokarto 16 kasus, dan Kecamatan Baki serta Nguter masing-masing 15 kasus,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Rabu (22/9/2021).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 20 September 2021:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak bergeser di Kecamatan Grogol dengan 195 kasus. Kemudian Kecamatan Kartasura 179 kasus kematian dan Sukoharjo dengan 143 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 20 September 2021 mencapai 14.723 kasus. Terdiri dari 13.167 kasus sembuh, 1.334 kasus meninggal dan 222 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 147 kasus isolasi mandiri, empat kasus isolasi terpusat dan 71 kasus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Yunia menambahkan, tren kenaikan kasus positif belum berhenti. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disababilitas, masyarakat umum usia 12+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. (nano)
Tinggalkan Komentar