Corona Aktif Sukoharjo Tinggal 57 Kasus, Berikut Data Sebarannya Tiap Kecamatan

Peta sebaran kasus corona Kabupaten Sukoharjo.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan update pada 29 September 2021, kasus positif corona aktif di Sukoharjo tinggal 57 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Sebaran positif corona aktif terbanyak masih di Kecamatan Kartasura yang mencapai 14 kasus.


“Dari 12 kecamatan, saat ini kasus positif corona aktif paling banyak masih di Kecamatan Kartasura dengan 14 kasus, kemudian Mojolaban tujuh kasus, dan Kecamatan Tawangsari serta Polokarto masing-masing enam kasus,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Kamis (30/9/2021).

Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 29 September 2021:

KECAMATANPOSITIF AKTIFKASUS KEMATIAN
GROGOL1221
MOJOLABAN1158
GATAK164
BULU058
KARTASURA0205
TAWANGSARI077
POLOKARTO0128
NGUTER0105
SUKOHARJO0163
BENDOSARI0123
WERU080
BAKI0152
JUMLAH31.534

Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak bergeser di Kecamatan Grogol dengan 195 kasus. Kemudian Kecamatan Kartasura 185 kasus kematian dan Sukoharjo dengan 143 kasus kematian.

Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 27 September 2021 mencapai 14.837 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.338 kasus meninggal dan 57 kasus aktif. Saat ini, dari 12 kecamatan, satu kecamatan yakni Kecamatan Bulu sudah terbebas dari kasus positif aktif.

Yunia menambahkan, tren kenaikan kasus positif belum berhenti. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 12+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Percepatan vaksinasi dilakukan dalam tiga hari ini untuk mengejar target vaksinasi 70%. (nano)

Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar