Sukoharjonews.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) diturunkan oleh travel yang ditumpanginya di Pospam Terpadu Simpang Lima Sukoharjo. WNA tersebut diturunkan bersama istrinta yang tengah dalam perjalanan ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ini kronologinya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/3/2026) malam, ketika seorang penumpang berinisial RDM, 78, seorang warga negara Australia, diturunkan dari kendaraan travel karena mengamuk di dalam perjalanan. Ia diketahui bepergian bersama istrinya, S, 70.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindakan tersebut dipicu oleh kondisi kesehatan yang diderita RDM, yakni dimensia, gangguan prostat, dan tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan yang bersangkutan kerap buang air kecil dalam waktu singkat, sehingga mengganggu kenyamanan perjalanan penumpang lain.
Sopir travel akhirnya memutuskan menurunkan pasangan tersebut di Pos Terpadu Simpang Lima Sukoharjo demi menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.
Petugas di pos terpadu kemudian sigap memberikan penanganan. Tim kesehatan yang berjaga langsung melakukan perawatan suportif untuk menenangkan kondisi RDM, sekaligus memastikan kesehatannya tetap stabil.
Diketahui, pasangan suami istri tersebut sebelumnya melakukan perjalanan dari Sydney, Australia, menuju Bantul, Yogyakarta, melalui Jakarta. Karena tidak mendapatkan tiket penerbangan lanjutan selama dua hari, keduanya memilih melanjutkan perjalanan menggunakan jasa travel darat.
Setelah mendapatkan penanganan, pada Jumat (20/3/2026) dini hari, keduanya akhirnya dijemput oleh pihak keluarga dari Kabupaten Bantul.
Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Doohan Octa Prasetya, mengatakan pihaknya mengedepankan pelayanan humanis dalam setiap situasi yang terjadi di lapangan, terutama selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, termasuk pemudik yang mengalami kendala kesehatan maupun situasi darurat lainnya. Penanganan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Pos Terpadu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan cepat bagi masyarakat, baik dalam hal keamanan, kesehatan, maupun bantuan lainnya selama periode mudik dan balik Lebaran. (nano)
Tinggalkan Komentar