Cek di Sini, Berikut Ini 4 Esensi Doa Menurut Ulama Sufi

Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Berdoa adalah sikap hati seseorang dalam menghambakan dirinya, dan esensi doa adalah simbol ketundukan seorang hamba kepada tuhannya. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk berdoa karena kelemahan dan ketidakmampuan kita untuk menggapai apa yang kita harapkan.

Dilansir dari Bincang Syariah, Sabtu (10/10/2026), Syekh Abdul Malik bin Muhammad Ibrahim an-Nasaburi dalam karyanya Kitab Tahdzibul al-Asrar Juz, 4, halaman 204 mengutip ungkapan Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari terkait adab dan esensi dari doa. Adapun kutipannya sebagai berikut:

وقال ابن عطاء : إن للدُّعَاءِ أَرْكَانَاً، وأجنحة، وأسباباً، وأوقاتاً، فإن وافق أركانه قوي، وإن وافق أجنحته طار في السماء، وإن وافق مواقيته فاز، وإن وافق أسبابه أنجح

Artinya: “Ibnu ‘Atha’ berkata, sesungguhnya bagi do’a itu ada pilar-pilarnya, sayap-sayapnya, sebab-sebabnya, dan waktu-waktunya. Maka apabila do’a sesuai dengan pilar-pilarnya, maka doanya menjadi lebih kuat. Apabila doa sesuai dengan sayap-sayapnya, maka doanya terbang ke langit. Apabila doa sesuai dengan waktu-waktunya, maka doanya akan sukses (berhasil). Apabila doanya sesuai dengan sebab-sebabnya, maka doanya akan tercapai (terpenuhi)”.

Ungkapan Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari di atas, memberi arahan kepada kita agar kita lebih khusuk dan beradab ketika memanjatkan doa. Adapun rincian dari ungkapan esensi doa sebagai berikut:

Pertama, pilar-pilar doa. Diantara pilar doa adalah ketundukan, dan memutuskan dari segala sebab, dalam artian ia memasrahkan segala urusannya kepada Allah, tidak bergantung kepada yang lainnya. Lembut, tenang, dan khusyuk saat memanjatkan doa.

Kedua, sayap-sayap doa. Agar doa segera dikabulkan, maka harus jujur dalam bersikap dan bertindak. Baju yang ia pakai atau makanan yang ia makan harus betul-betul diperoleh dari sesuatu yang dihalalkan. Doa akan terhambat atau tidak dikabulkan apabila memakan sesuatu yang diharamkan.

Ketiga, waktu-waktu berdoa. Ada waktu tertentu supaya doa kita akan segera dikabulkan. Diantaranya, setelah sholat lima waktu, saat perjalanan, di sepertiga malam, dan pada waktu sahur. Oleh karena itu, kita harus memilih waktu yang tepat untuk memanjatkan doa, agar doa kita cepat terkabulkan.

Keempat, sebab-sebab doa. Yang dimaksud dengan sebab-sebab doa adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, atau memperbanyak tawasul kepada para ulama.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan ketika memanjatkan doa diselingi dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena saat shalawat dibaca rahmat Allah akan diturunkan kepada hambanya. Wallahu a’lam bishawab. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar