Cari Tahu di Sini, Berikut 7 Nasihat Mulia dari Rasulullah SAW

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Siapa yang menghidupkan tujuh pesan ini dalam hidupnya, insya Allah akan menjadi pribadi tangguh, bersih hati, dan dekat dengan ridha Allah.

Dikutip dari Humayro, Rabu (13/8/2025), di tengah kehidupan dunia yang semakin sibuk dan penuh persaingan, manusia cenderung terjebak dalam perlombaan duniawi: harta, kedudukan, popularitas, dan berbagai bentuk kemewahan fana lainnya.

Untuk itu, nasihat Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ini hadir sebagai penyejuk dan penuntun agar kita tetap berada di jalan kebenaran. Dalam hadits tersebut, Nabi SAW mewariskan tujuh petuah agung yang jika dijalankan akan membimbing kita menuju keberhasilan dunia dan akhirat.

1. Cinta Kaum Miskin dan Dekatlah kepada Mereka
Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkan aku bersama orang-orang miskin.” (HR. Tirmidzi)

Ini bukanlah ajakan untuk hidup dalam kekurangan, melainkan pesan agar kita tidak memandang kaum miskin dengan hina dan agar kita memiliki empati yang tinggi. Ulama salaf, seperti Hasan al-Bashri rahimahullah, berkata: “Bersahabatlah dengan orang-orang miskin, karena merekalah yang lebih dekat dengan hati yang bersih dan tawadhu.”

Mencintai dan mendekat kepada kaum miskin bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tapi juga cara untuk menjaga hati dari cinta dunia dan merasa cukup dengan sedikit.

2. Pandanglah Orang yang di Bawahmu, Bukan yang di Atasmu
Dalam hal dunia, memandang ke bawah akan menumbuhkan rasa syukur, sementara memandang ke atas seringkali hanya menimbulkan iri dan tidak puas. Rasulullah SAW bersabda: “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah darimu, dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu, karena itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim)

Nasihat ini mengajarkan sikap qana’ah (merasa cukup) yang akan membawa ketenangan batin.

3. Sambungkan Tali Silaturahmi Meski Kerabat Memutuskan
Menjaga silaturahmi adalah bagian dari perintah agama. Bahkan, ketika hubungan itu sudah rusak karena ulah pihak lain, Islam tetap mendorong kita untuk menjalin kembali. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah orang yang menyambung tali silaturahmi itu orang yang membalas, tetapi yang menyambung adalah orang yang ketika hubungan terputus, dia berusaha menyambung kembali.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Silaturahmi adalah sebab panjang umur dan bertambahnya rezeki serta keberkahan dalam hidup.”

4. Jangan Meminta Sesuatu kepada Siapa pun
Sikap ini mengajarkan kemandirian dan menjaga kehormatan diri. Rasulullah SAW sangat menekankan agar umatnya tidak menjadi tangan yang di bawah. Dalam hadis disebutkan: “Barang siapa yang menahan dirinya dari meminta-minta, maka Allah akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Katakan Kebenaran Walaupun Pahit
Kebenaran itu tidak selalu menyenangkan bagi semua pihak, bahkan bisa mengundang kebencian. Namun, Islam menjunjung tinggi sikap jujur dan keberanian menyampaikan yang hak. Rasulullah SAW bersabda:

“Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Bersikap jujur dan tegas dalam menyampaikan kebenaran adalah tanda keimanan yang kokoh dan integritas pribadi.

6. Jangan Takut Celaan dalam Membela Agama Allah
Membela agama bukanlah perkara mudah, terutama di zaman ketika syiar Islam sering dianggap kuno atau ekstrem. Namun, seorang mukmin sejati tidak gentar oleh celaan. Allah Ta’ala berfirman:

“Mereka tidak takut celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Ma’idah: 54)

Ibnu Qayyim rahimahullah menulis, “Orang yang takut kepada celaan manusia tidak akan mampu membela agama Allah dengan benar.”

7. Perbanyak Bacaan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’
Dzikir ini mengandung pengakuan total bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah. Ini adalah kunci ketenangan hati, sekaligus bentuk tawakkal yang mendalam. Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah mengucapkan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’, karena ia adalah simpanan dari simpanan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut kalimat ini sebagai salah satu bentuk dzikir yang paling kuat dalam menghilangkan kesedihan dan kelemahan jiwa. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar