Tak Berkategori  

Cara Tingkatkan Etos Kerja Saat Puasa

banner 468x60
Meningkatkan etos kerja saat puasa. (Foto: getty images)

Sukoharjonews.com – Saat puasa, terkadang tubuh kita merasa lemas karena akan seharian menahan lapar dan haus. Namun, karena itu merupakan kewajiban dalam beribadah, kita harus selalu semangat dalam menjalankan apapun. Salah satunya bekerja.


Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, puasa seharusnya menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan etos kerja kita. Mengutip dari NU Online, pada Rabu, (5/4/2023), berikut ini 3 tips untuk meningkatkan etos kerja dan produktivitas saat berpuasa bulan Ramadhan:

1. Bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki
Saat berpuasa Ramadhan, dan bahkan dalam setiap tarikan nafas, kita diajarkan untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah swt, termasuk pekerjaan yang dimiliki. Anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan tidaklah bisa dihitung. Dalam Al-Qur’an ditegaskan:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوها، إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya, “Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18).


Dengan bersyukur kita akan merasa tenang dalam kehidupan dan akan bekerja dari dalam hati. Tidak bekerja dalam tekanan dengan target-target yang tidak bisa kita jangkau. Jika keserakahan bersemayam dalam diri kita maka akan menghantarkan dan menjerumuskan diri pada praktik-praktik haram dalam mencari rezeki. Dan hakikat dari puasa adalah pengendalian diri agar tidak menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang diinginkan. Ramadhan harus menjadi momentum bersyukur dan qanaah pada apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita.

2. Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran
Ketika kita berpuasa, tubuh dan pikiran kita menjadi lebih rentan terhadap kelelahan dan dehidrasi. Karena itu, kita perlu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta melakukan olahraga ringan di waktu yang tepat. Dengan tubuh yang tetap sehat, kualitas pekerjaan kita akan tetap terjaga walaupun secara kuantitas mungkin berkurang dari hari-hari biasa.


3. Menjaga dan mengatur waktu dengan baik
Saat berpuasa, waktu menjadi sangat berharga karena kita harus membaginya antara bekerja, beribadah, dan beristirahat. Karena itu, kita perlu mengatur waktu dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman:

وَالْعَصْرِۙ ۝١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS Al-Asr: 1-3).


Dari penjelasan ini kita dapat menyimpulkan bahwa bekerja adalah sebuah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Allah swt menganjurkan kita untuk bekerja keras dan berusaha mencari rizki halal dengan sungguh-sungguh. Dalam hal bekerja, kita harus selalu menjaga etos kerja dan meningkatkan produktivitas kita agar dapat mencapai kesuksesan dalam dunia dan akhirat termasuk saat kita puasa di bulan Ramadhan. (cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *