
Sukoharjonews.com – Penuaan faktanya tak hanya soal fisik, namun juga berimbas pada kemampuan kognitif, kemampuan berpikir manusia berkembang pesat di awal kehidupan dan mencapai puncaknya pada usia 20an
Dilansir dari Harvard Health Publishing, Senin (24/3/2025), ketajaman mental akan menurun, yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan otak. Itulah alasan banyak lansia menjadi mudah lupa dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik. Meski demikian, ada beberapa orang yang ternyata mampu mempertahankan daya pikir hingga usia lanjut. Beberapa di antaranya adalah Ruth Sweedler (102) dan Shirley Hodes (106). Kedua centenarian ini adalah kakak beradik yang kini menempati rumah pensiun di kawasan Connecticut. Secara mengejutkan, mereka memiliki ketajaman mental layaknya orang-orang yang lebih muda.
Keduanya masih dapat berkomunikasi dengan baik dan cukup up to date.tentang apa yang terjadi saat ini di dunia. Keduanya bahkan tidak merasa bahwa mereka adalah orang tua. Kira-kira apa rahasia mereka menjaga ketajaman mental di usia lanjut? Berikut cerita mereka,
1. Tetap Aktif dan Bekerja
Faktanya, kedua kakak beradik ini adalah orang-orang yang suka bekerja dan beraktivitas. Ruth Sweedler dulunya adalah seorang aktris amatir di teater lokal yang juga aktif dalam organisasi keagamaan Yahudi. Sementara itu, Shirley Hodes adalah seorang guru di sekolah menengah dan baru pensiun saat berusia 70 tahun. Dia tak hanya menyukai dunia pendidikan, namun berminat pada jurnalistik.
Kini, ketika tak lagi bekerja aktif, mereka tetap mengeksplorasi dan menerapkan kemampuan mereka. Sweedler masih suka belajar dan membaca, sementara Hodes terus melakukan hobinya mewawancarai orang untuk bersosialisasi dan mendekatkan diri dengan sekitar.
2. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Swedler dan Hodes sangat memahami pentingnya keluarga dan berhasil membangun pernikahan yang bahagia hingga suami mereka meninggal dunia. Meski demikian, mereka juga menyadari bahwa membangun hubungan dengan orang lain juga tak kalah penting. Keduanya suka menjalin pertemanan dengan siapapun karena hal itu akan membuat mereka merasa dicintai dan bahagia.
Menurut mereka, kunci utama untuk menjalin hubungan dengan orang lain adalah kepedulian kepada sesama. Sementara kebanyakan lansia hanya tertarik dengan diri sendiri atau keluarga, Swedler dan Hodes selalu bersedia mendengarkan cerita dan memahami kehidupan orang lain secara obyektif. Hal ini tak hanya membantu membuka pikiran namun juga membuat otak terus aktif berpikir.(patrisia argi)
Facebook Comments