Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Orang Sekitar Kita

Cara menjadi pendengar yang baik.(Foto:merdeka)

Sukoharjonews.com – Berbicara adalah elemen umum yang dilakukan setiap orang tetapi kali ini, bagian mendengarkan akan difokuskan. Banyak orang berbicara tetapi hanya sedikit yang bisa mendengarkan.

Dilansir dari yoursay,Sabtu (28/9/2024), salah satu kunci keberhasilan dalam hubungan adalah menjadi pendengar yang baik bagi pasangan. Menjadi pendengar yang baik dapat memperkuat ikatan emosional antara kamu dan pasanganmu, serta membantu dalam memecahkan masalah dan konflik.

1. Beri Waktu dan Perhatian
Saat pasanganmu ingin berbicara atau berbagi perasaan, berikan waktu dan perhatian penuh. Matikan ponselmu, hentikan aktivitas yang sedang kamu lakukan, dan fokuskan diri sepenuhnya pada pasanganmu. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai apa yang dia katakan

2. Jangan Bersiap untuk Merespons
Seringkali kita cenderung bersiap-siap dengan tanggapan ketika pasangan berbicara. Namun, ini bisa mengganggu proses mendengarkan. Cobalah untuk tidak terlalu terburu-buru dalam memberikan respons. Biarkan pasanganmu menyelesaikan pembicaraannya sebelum kamu memberikan tanggapan atau saran.

3. Gunakan Bahasa Tubuh yang Mendukung
Selain mendengarkan dengan telinga, gunakan bahasa tubuh yang mendukung. Tatap mata pasanganmu, anggukkan kepala sebagai tanda pengertian, dan berikan senyuman yang menghangatkan. Bahasa tubuh yang positif dapat membuat pasanganmu merasa didengarkan dan dihargai.

4. Jangan Menghakimi atau Kritik
Ketika pasanganmu berbicara tentang perasaannya atau masalah yang sedang dihadapinya, hindari menghakimi atau memberikan kritik. Cobalah untuk memahami sudut pandangnya dan empati dengan perasaannya. Ini akan membuatnya merasa lebih nyaman berbicara tentang hal-hal yang mungkin sulit.

5. Ajukan Pertanyaan yang Mendalam
Untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan, ajukan pertanyaan yang mendalam. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu pasanganmu untuk lebih merinci perasaan atau masalahnya. Misalnya, “Apa yang membuatmu merasa seperti itu?” atau “Apa yang kamu pikirkan akan menjadi solusi terbaik?”(patrisia argi)

Tinggalkan Komentar