Sukoharjonews.com – Akses terhadap air minum bersih sangat penting untuk kesehatan yang baik. Meskipun sistem reverse osmosis (RO) efektif dalam menghilangkan kontaminan, tidak semua orang memiliki akses terhadapnya. Untungnya, ada beberapa metode alternatif untuk memurnikan air dan membuatnya aman untuk dikonsumsi.
Dikutip dari NDTV Food, pada Rabu (26/2/2025) berikut cara efektif untuk memurnikan air jika Anda tidak memiliki sistem RO:
1. Didihkan
Merebus adalah salah satu metode pemurnian air tertua dan paling andal. Metode ini membunuh bakteri, virus, dan parasit yang mungkin ada dalam air yang tidak diolah. Untuk memurnikan air melalui perebusan:
● Didihkan air setidaknya selama 5-10 menit.
● Biarkan dingin sebelum diminum.
● Simpan dalam wadah yang bersih dan tertutup.
● Meskipun merebus dapat menghilangkan sebagian besar mikroorganisme, namun tidak menghilangkan kotoran terlarut seperti logam berat atau bahan kimia. Namun, metode ini tetap sederhana dan efektif, terutama dalam keadaan darurat.
2. Fiktrasi Menggunakan Filter Keramik atau Arang
Jika Anda tidak memiliki sistem RO, menggunakan filter air dengan elemen keramik atau arang aktif dapat membantu menghilangkan kotoran.
● Filter keramik memiliki pori-pori kecil yang menghalangi bakteri dan endapan. Filter ini dapat digunakan kembali dan mudah dirawat.
● Filter arang menyerap klorin, pestisida, dan senyawa organik, meningkatkan rasa dan bau air.
●Filter ini tidak menghilangkan semua virus atau logam berat, jadi disarankan untuk menggabungkannya dengan metode pemurnian lainnya.
3. Disinfeksi Tenaga Surya (SODIS)
Disinfeksi surya, atau SODIS, adalah metode sederhana dan hemat biaya yang memanfaatkan sinar UV matahari untuk membunuh bakteri dan virus. Metode ini sangat berguna di daerah pedesaan atau daerah yang dilanda bencana.
● Isi botol plastik atau kaca transparan dengan air bening.
● Letakkan botol di bawah sinar matahari langsung selama minimal 6 jam (atau 2 hari jika keruh).
● Sinar UV akan menetralkan mikroorganisme berbahaya, membuat air aman untuk diminum.
● Metode ini paling cocok digunakan pada air yang jernih. Jika airnya keruh, biarkan mengendap dan saring melalui kain sebelum meletakkannya di bawah sinar matahari.
4. Klorinasi
Menambahkan klorin atau pemutih ke dalam air merupakan metode yang umum digunakan untuk mendisinfeksi dan membunuh mikroba berbahaya. Metode ini umum digunakan dalam pengolahan air kota dan dapat dilakukan di rumah dalam keadaan darurat.
● Tambahkan 2-4 tetes cairan pemutih rumah tangga (tanpa pewangi) per liter air.
● Aduk rata dan diamkan setidaknya 30 menit sebelum diminum.
● Jika air berbau klorin yang kuat, diamkan lebih lama atau aerasi dengan menuangkannya di antara dua wadah.
● Klorinasi efektif melawan bakteri dan virus tetapi tidak menghilangkan logam berat atau kontaminan kimia.
5. Distilasi
Distilasi adalah salah satu cara paling efektif untuk memurnikan air, karena menghilangkan hampir semua kontaminan, termasuk bakteri, virus, logam berat, dan garam.
● Rebus air dan kumpulkan uapnya dalam wadah terpisah.
● Uap mengembun kembali menjadi bentuk cair, meninggalkan sebagian besar kotoran.
● Distilasi merupakan metode terbaik untuk memperoleh air murni, namun memerlukan waktu lama dan energi.
Jika Anda tidak memiliki sistem RO, kelima metode ini dapat membantu memurnikan air secara efektif. Meskipun masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, menggabungkannya dapat menghasilkan air minum yang lebih aman. Akses terhadap air bersih sangat penting bagi kesehatan, jadi selalu pastikan bahwa metode pemurnian Anda sesuai dengan kualitas air yang tersedia bagi Anda.(cita septa)
Tinggalkan Komentar