Sukoharjonews.com – Sekitar 30 tokoh perwakilan sejumlah organisasi Islam se-Kabupaten Sukoharjo beraudiensi dengan Bupati Etik Suryani, Senin (8/9/2025). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari generasi muda, permasalahan minuman keras (miras) hingga ketertiban dan keamanan daerah.
“Pertemuan hari ini adalah audiensi dengan elemen masyarakat muslim, ada sekitar 30 orang hadir untuk memberikan masukan yang sangat luar biasa. Mereka memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten untuk membangun Sukoharjo yang adem, ayem, aman, dan kondusif,” kata Bupati usai pertemuan.
Bupati melanjutkan, masukan yang disampaikan menjadi penyemangat pemerintah daerah dan Forkopimda untuk terus bersinergi.
“Bupati dan Forkopimda tidak bisa berjalan sendiri. Kuncinya satu, komunikasi. Semua persoalan akan lebih mudah diselesaikan jika dibicarakan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa isu utama yang mengemuka dalam audiensi adalah perhatian terhadap generasi muda, khususnya dalam pendidikan, agama, dan moral.
Etik menilai hal ini penting untuk membangun karakter anak muda agar menjadi generasi yang lebih baik.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti persoalan minuman keras ciu yang masih beredar di Sukoharjo. Etik menegaskan agar produksi etanol tidak disalahgunakan.
“Kalau untuk kebutuhan obat silakan, tapi jangan sampai ciu dijual sebagai miras. Sukoharjo jangan dikenal dengan ciu nya, tetapi jamunya,” tegasnya.
Perempuan nomor satu di Sukoharjo itu menyebut pembahasan dalam audiensi juga meliputi ketertiban umum, keamanan wilayah, hingga sinergi bersama membangun Sukoharjo lebih maju. (nano)
Tinggalkan Komentar