Sukoharjonews.com (Jakarta) – Meningkatnya potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Perum Bulog memastikan kondisi stok beras nasional saat ini dinilai berada pada level yang sangat kuat dan terkendali. Di tengah ancaman kemarau panjang akibat El Nino, ketersediaan beras nasional tetap terjaga dengan baik.
Cadangan beras saat ini tercatat sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan. Penguatan stok ini tidak lepas dari optimalisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah oleh Perum BULOG, yang terus memastikan distribusi pasokan merata hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa meskipun ancaman El Nino nyata, kondisi stok beras nasional masih berada dalam posisi yang aman.
“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” ujar Ahmad Rizal, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (11/4/2026).
Lebih lanjut, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan capaian stok beras yang tinggi merupakan hasil dari sinergi kuat antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam optimalisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri.
“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.
Bersama pemerintah, Perum Bulog terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan produksi dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga, bahkan dalam kondisi tekanan iklim ekstrem sekalipun. Ke depan, Bulog akan terus meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang, sekaligus mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan langkah tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan nasional dapat terus terjaga. (nano)
Tinggalkan Komentar