
Sukoharjonews.com (Jakarta) — Perum Bulog dan Kementerian Haji dan Umrah mematangkan rencana ekspor beras ke Arab Saudi yang akan digunakan bagi kebutuhan jamaah Haji dan Umrah. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penugasan Presiden Republik Indonesia, sekaligus bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci.
Bulog dan Kemenhaj telah menggelar rapat untuk membahas langkah operasional agar proses ekspor beras dapat berjalan tepat waktu, memenuhi standar kualitas internasional, dan sesuai dengan kebutuhan pasar Arab Saudi, terutama menjelang musim Haji yang semakin dekat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan optimismenya atas peluang ekspor beras tahun ini.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras.
“Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, dikutip dari laman KabarBUMN, Kamis(5/2/2026).
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menekankan pentingnya ekspor beras lokal demi kenyamanan dan kesehatan jamaah Indonesia.
“Ini menjadi semangat kita bersama Bulog, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat bahwa kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari ini, Bulog juga menyelenggarakan uji tanak terhadap beberapa sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak, guna memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi preferensi konsumen serta standar mutu premium.
Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.
Rapat koordinasi juga menegaskan kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan momentum surplus beras nasional tahun 2025, yang menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global. (nano)















Facebook Comments