Bruxism Menggertakkan Gigi, Kenali Penyebabnya

Penyebab bruxism .(Foto:its complicated)

Sukoharjonews.com – Bruxism adalah kondisi ketika Anda mengatup, menggertakkan, atau menggertakkan gigi. Kondisi ini biasanya terjadi secara tidak sadar, baik saat terjaga maupun saat tidur. Penyebabnya antara lain stres, kecemasan, gangguan tidur, dan obat-obatan tertentu. Kebanyakan orang yang menggertakkan gigi dapat meredakan gejalanya dengan pelindung mulut khusus.

Dilansir dari cleveland clinic,Selasa (24/9/2024), bruxism adalah saat Anda mengatupkan, menggertakkan, atau menggertakkan gigi . Biasanya terjadi secara tidak sadar, dan dapat terjadi saat Anda terjaga atau tidur.

Banyak orang menggertakkan gigi mereka sesekali, terutama saat stres. Namun, jika Anda melakukannya terlalu sering, hal itu dapat memberi tekanan ekstra pada gigi dan rahang, yang mengakibatkan kerusakan gigi, sakit kepala, nyeri rahang, dan masalah lainnya.

Siapa pun dapat mengalami bruxism, tetapi paling umum terjadi pada masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa muda. Sulit untuk mengetahui secara pasti berapa banyak orang yang menggertakkan gigi karena sering kali terjadi saat tidur.

Gejala Bruxisme
Jika Anda sering menggertakkan gigi, Anda mungkin mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sakit kepala atau nyeri wajah, terutama di pagi hari.
  • Sakit telinga .
  • Otot rahang sakit .
  • Tinnitus (telinga berdenging).
  • Nyeri saat makan.
  • Kesulitan membuka dan menutup mulut.

Penyebab Bruxism
Penyedia layanan kesehatan tidak mengetahui secara pasti mengapa sebagian orang menggertakkan gigi dan sebagian lainnya tidak. Bruxism tidak memiliki penyebab tunggal yang spesifik. Sebaliknya, mungkin ada beberapa faktor risiko yang berkontribusi.

Faktor risiko
Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan kemungkinan Anda terkena kondisi tertentu. Ada banyak faktor risiko bruxism, termasuk:

Stres dan kecemasan .
Merasa kewalahan dan stres dapat mengakibatkan bruxism. Jika Anda mengalami depresi atau gangguan kecemasan — seperti gangguan depresi mayor (MDD) atau gangguan kecemasan umum (GAD) — Anda lebih rentan terhadap bruxism.

Kebiasaan gaya hidup .
Orang yang merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi banyak kafein (lebih dari enam cangkir kopi sehari) dua kali lebih mungkin menggertakkan gigi daripada orang yang tidak.

Obat-obatan tertentu .
Ini termasuk golongan obat anti-kecemasan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) .

Apnea tidur .
Penelitian telah mengonfirmasi adanya hubungan antara apnea tidur dan kebiasaan menggertakkan gigi, yang berarti banyak orang mengalami kedua kondisi tersebut. Namun, tidak jelas apakah apnea tidur menyebabkan bruxism atau sebaliknya. Para ahli terus mempelajari hubungan antara kebiasaan menggertakkan gigi dan gangguan tidur.(patrisia argi)

Tinggalkan Komentar