Sukoharjonews.com – Hujan deras yang melanda Kabupaten Sukoharjo disertai dengan dibukanya pintu pelimpah (spillway) Waduk Gajah Mungkur Wonogiri membuat BPBD waspada. Pasalnya, muncuk potensi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Untuk itu, BPBD meminta warga yang tinggal dibantaran Sungai Bengawan Solo untuk selalu waspada.
Seperti diketahui, pembukaan pintu waduk tersebut dilakukan setelah elevasi muka air waduk mencapai 135,55 meter atau masuk dalam kategori siaga. Langkah itu diambil sebagai upaya pengendalian debit air agar tidak melampaui batas aman bendungan.
Terkait hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan dampak dari dibukanya spillway adalah meningkatnya tinggi muka air Sungai Bengawan Solo, termasuk di wilayah Kabupaten Sukoharjo yang dilalui aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
“Dampak dibukanya spillway, Bengawan Solo tinggi muka airnya meningkat. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di sungai maupun di bantaran sungai, karena ada kemungkinan terjadinya luapan air,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo agar terus memantau perkembangan debit air dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar sungai, seperti memancing, menambang pasir, atau bermain di tepian sungai.
Selain itu, para pemangku wilayah mulai dari camat, lurah, hingga kepala desa diminta aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing dan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air yang signifikan.
“Pemangku wilayah agar dapat memantau perkembangan di wilayah masing-masing dan segera berkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Ariyanto.
Ia juga mengingatkan potensi banjir akan semakin besar apabila di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas lebat dalam waktu bersamaan dengan peningkatan debit kiriman dari hulu.
“Potensi banjir lebih besar bila di Sukoharjo dan sekitarnya terjadi hujan lebat. Karena itu kami minta masyarakat tetap siaga,” tegasnya. (nano)
Tinggalkan Komentar