Sukoharjonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya bencana kebakaran. Baik itu tempat tinggal, tempat usaha, maupun kebalaran hutan danlahan (karhutla).
“Hati-hati ketika membakar sampah, jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala. Sebab, ketika api masih menyala bisa tertiup angin dan merembet ke tempah lain,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, Minggu (3/8/2025).
Tingginya kerawanan kebakaran membuat BPBD Sukoharjo meminta kepada semua pihak untuk tetap waspada. Termasuk para pelaku usaha dan perkantoran dengan melakukan pengecekan ulang instalasi listrik.
“Cek lagi instalasi listrik yang bisa jadi sumber kebakaran. Selain itu sediakan juga alat pemadam kebakaran ringan di tempat usaha dan perkantoran sebagai antisipasi dini,” lanjutnya.
Berdasarkan pemetaan BPBD Sukoharjo diketahui ada lima desa dari total 150 desa di Kabupaten Sukoharjo masuk desa dengan tingkat karhutla paling tinggi. Kelima desa tersebut dalam kondisi sangat kering saat musim kemarau. Kerawanan kebakaran didukung dengan luasan hutan dan lahan yang ada di lima desa tersebut.
Kelima desa tersebut yakni, Desa Tawang Kecamatan Weru, Desa Gentan Kecamatan Bulu, Desa Malangan Kecamatan Bulu, Desa Karangasem Kecamatan Bulu, Desa Lorog Kecamatan Tawangsari. Kelima desa tersebut mendapat pemantauan ketat dari petugas.
“Lima desa masuk wilayah dengan tingkat kerawanan paling tinggi terkait kebakaran karhutla. Kelima desa memiliki karakteristik hutan dan lahan luas serta kondisi kering saat kemarau,” lanjutnya.
BPBD Sukoharjo bersama petugas terkait lain dan melibatkan camat dan kepala desa di lima desa aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga masyarakat setempat. Salah satu penekanannya yakni terkait larangan melakukan aktivitas pembakaran disekitar hutan dan lahan.
“Larangan tersebut terkait aktivitas membakar sampah dan daun kering. Kondisi hutan dan lahan kering serta angin kencang dikhawatirkan berdampak pada kerawanan kebakaran,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar