Bolehkah Kita Percaya Terhadap Orang yang Bisa Melihat Jin?

Bolehkah mempercayai orang yang bisa melihat jin.(Foto: kumparan)

Sukoharjonews.com – Seringkali ada orang yang mengaku bahwa dirinya bisa melihat jin dan atau setan. Apalagi jika kita membuka video YouTube kita akan menemukan channel yang beberapa di antaranya mengklaim bahwa mereka melihat jin dan setan secara kasat mata.

Dikutip dari Islampos, pada Minggu (29/12/2024), dalam Al-qur’an ada sebuah surah yang disebut surah al-Jinn yang berisi tentang perihal jin, keberadaannya, alamnya yang khusus, cara hidupnya, akidahnya dan macam-macamnya.

Dari segi etimologi, jin berasal dari kata “janna-yajunnu” yang artinya menutupi, menyembunyikan, menjadi gelap, atau merahasiakan. Jin berarti yang tersembunyi, terhalang dan tertutup.

Disebut jin, karena makhluk ini terhalang dari pandangan (tidak dapat dilihat). Bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (satu akar kata dengan jinn), karena tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Orang gila dalam bahasa Arab yakni majnun (dari kata jann juga) yang berarti tertutup atau terhalang akal sehatnya.

Dari segi terminologi, jin adalah salah satu jenis makhluk Allah yang memiliki sifat fisik berbeda dengan manusia. Allah menciptakan jin dari api (QS. Ar-Rahman: 14-15). Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin-jin diciptakan dari nyala api tanpa asap, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian.”(HR. Muslim).

Jadi, kesimpulannya jin adalah sebutan untuk makhluk yang tidak kelihatan dan tercipta dari api. Orang beriman dan bertakwa kepada Allah mesti mempercayai keberadaan mereka. Meski begitu, manusia tidak bisa melihat jin, kecuali para Nabi dan Rasul atau orang-orang yang Allah kehendaki. Hal ini sebagaimana dalam QS. Saba’ ayat 12-13 yang menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman pernah memperkerjakan jin.(cita septa)

Tinggalkan Komentar