
Sukoharjonews.com – Samsung diperkirakan akan meluncurkan seri Galaxy S26 menjelang akhir bulan depan, dan bocoran terbaru menunjukkan perusahaan tersebut melakukan perubahan signifikan pada harga. Menurut informan terpercaya Roland Quandt (melalui Winfuture), sebagian besar model dalam jajaran tersebut akan mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan seri Galaxy S25.
Dikutip dari Gizmochina, Senin (2/2/2026), pengecualiannya adalah Galaxy S26 Ultra, yang diperkirakan akan menjadi lebih murah dalam konfigurasi 256GB dan 512GB, sementara varian 1TB dilaporkan akan diluncurkan dengan harga yang sama dengan Galaxy S25 Ultra. Kenaikan harga yang lebih luas di seluruh lini kemungkinan terkait dengan kenaikan biaya komponen, khususnya harga yang lebih tinggi untuk RAM dan penyimpanan flash, yang terus memengaruhi biaya produksi smartphone.
Menurut laporan Winfuture, yang mengutip data dealer dari Swedia sebagai sumbernya, Samsung sepenuhnya menghapus opsi penyimpanan 128GB, menjadikan 256GB sebagai titik awal baru di seluruh lini. Di Swedia, Galaxy S26 dengan penyimpanan 256GB akan dijual seharga 11.990 SEK atau Rp22,5 jutaan, naik dari 10.990 SEK atau Rp20,6 jutaan untuk Galaxy S25 256GB.
Hal itu menunjukkan peningkatan sekitar €95 atau Rp1,8 jutaan dibandingkan tahun sebelumnya dan juga berarti S26 versi dasar sekitar €200 atau Rp3,9 jutaan lebih mahal daripada S25 versi dasar. Model 512GB akan dijual seharga 13.990 SEK atau Rp26,2 jutaan, yang sekitar €190 atau Rp3,7 jutaan lebih mahal daripada versi 256GB.
Galaxy S26+ mengikuti jalur yang sedikit berbeda. Model dasar 256GB dibanderol dengan harga 14.490 SEK atau Rp27,2 jutaan, sama dengan Galaxy S25+ dengan kapasitas penyimpanan yang identik. Namun, varian 512GB kini berharga 16.990 SEK atau Rp31,9 jutaan, lebih mahal €230 atau Rp4,5 jutaan dibandingkan tahun lalu. Peningkatan kapasitas penyimpanan jelas lebih mahal secara keseluruhan, mencerminkan biaya memori flash yang lebih tinggi.
Perubahan yang paling mengejutkan terjadi pada Galaxy S26 Ultra. Samsung tampaknya menurunkan harga awal model unggulannya untuk menjaga daya saingnya. Galaxy S26 Ultra 256GB dibanderol dengan harga 16.990 SEK atau Rp31,9 jutaan, turun dari 17.990 SEK atau Rp33,8 jutaan untuk Galaxy S25 Ultra.
Versi 512GB juga sedikit turun menjadi 18.990 SEK atau Rp35,6 jutaan. Model 1TB tetap tidak berubah harganya di 22.490 SEK atau Rp42,2 jutaan, menunjukkan bahwa Samsung menanggung sebagian biaya tambahan memori di kelas atas.
Samsung juga diperkirakan akan mengakhiri praktik lamanya menawarkan peningkatan penyimpanan gratis selama pra-pemesanan. Karena memori tidak lagi murah, promosi tersebut kemungkinan akan dihentikan secara bertahap untuk memberi Samsung lebih banyak fleksibilitas harga.
Selain harga, bocoran menunjukkan perubahan perangkat keras yang terbatas. Galaxy S26 diperkirakan akan menampilkan layar AMOLED M14 6,3 inci dengan kecepatan refresh adaptif 120Hz, sementara S26+ dapat menawarkan panel AMOLED 2K 6,7 inci yang lebih besar. Kedua model tersebut diperkirakan akan mempertahankan perlindungan IP68, Gorilla Glass Victus 2, pengisian daya nirkabel Qi2, dan pengaturan kamera yang serupa dengan seri S25. Tenaga penggerak mungkin berasal dari Exynos 2600 atau Snapdragon 8 Elite Gen 5, tergantung pasar.
Menurut laporan terbaru, Samsung diperkirakan akan mengumumkan seri Galaxy S26 pada 25 Februari 2026. Pemesanan awal dapat dimulai pada 26 Februari, dengan penjualan pertama dimulai pada 11 Maret. (nano)















Facebook Comments