Sukoharjonws.com — Desa Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai Sentra Industri Gitar. Tidak hanya dikenal di Sukoharjo saja, produk gitar Desa Mancasan ini sudah dikenal secara Nasional karena produkya sudah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Proses produksi gitar sendiri dimulai tahun 1975 dan hampir 90% warga kampung ini menggantungkan hidupnya dengan membuat gitar. Salah satu perajin muda, Yusuf, 22, yang juga merupakan perajin dari brand Bengawan Gitar, mengungkapkan, “Kami tidak hanya membuat gitar, tetapi juga menghidupkan tradisi dan kearifan lokal,” ungkapnya, Sabtu (28/9/2024).
Saat ini, Kampung Gitar telah dikenal sebagai Desa Wisata yang memfokuskan pada perajin alat musik. Selain gitar akustik, warga setempat juga memproduksi alat musik petik lainnya, seperti ukulele, rebab, dan mandolin. “Kami berusaha mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal melalui seni musik,” ujar Yusuf.
Pengunjung yang datang ke Kampung Gitar dapat memesan gitar custom yang unik dan tidak ada di pasaran. Para perajin juga menawarkan layanan reparasi gitar serta konsultasi bagi pemilik gitar yang ingin memperbaiki atau merawat alat musik mereka.
Mayoritas perajin di desa ini menjadikan gitar sebagai mata pencaharian sehari-hari. Gitar-gitar yang dihasilkan tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga dipasarkan secara nasional melalui aplikasi online dan media sosial, termasuk Instagram. Yusuf menyebutkan, “Dalam sebulan, kami bisa menjual rata-rata 50 gitar. Proses pembuatan gitar memakan waktu sekitar 3-4 hari, dengan harga mulai dari Rp850.000.”
Bahan baku yang digunakan mayoritas terbuat dari kayu meranti dan kayu pinus, dengan pemasok kayu juga berasal dari desa yang sama. “Kami berkomitmen untuk menggunakan bahan lokal agar dapat mendukung ekonomi masyarakat di sekitar,” tambahnya.
Ke depannya, Yusuf berharap Kampung Gitar dapat terus berkembang sebagai pusat industri kreatif dan destinasi wisata. “Kami ingin lebih banyak orang tahu tentang Kampung Gitar dan ikut berkontribusi dalam melestarikan seni musik. Dengan dukungan yang tepat, kami yakin Kampung Gitar bisa menjadi lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya optimistis.
Dengan semangat yang kuat dan komitmen terhadap kearifan lokal, Kampung Gitar di Desa Mancasan terus menciptakan harmoni antara seni, budaya, dan perekonomian, menjadikannya sebagai contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia. (mg-02/nano)
Tinggalkan Komentar