Sukoharjonews.com (Boyolali) – Menjelang Lebaran 2022, produsen makanan kecil mendapat berkah dengan adanya kenaikan pesanan. Salah satunya produsen kacang oven di Dukuh Bulu, Desa Tegalgoro, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Menjelang Lebaran, pesanan kacang oven mengalami kenaikan signifikan hingga kewalahan.
Dikutip dari laman Pemkab Boyolali, seiring naiknya permintaan, bahan baku kacang tanah juga ikut naik dan bahkan mulai sulit untuk didapatkan.
Seperti yang dialami salah satu perajin kacang oven, Ahmad Hasanudin, yang mengakui jika masuk bulan puasa permintaan kacang oven meningkat. Namun, dirinya kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, selain sulit didapat, harga juga naik.
“Harga kacang tanah naik sebelum puasa dari harga Rp15.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Saya mencari sampai Jawa Timur dan Gunungkidul Yogjakarta,” katanya.
Ahmad mengatakan, dengan kondisi harga kacang tanah naik harga kacang oven produksi juga ikut naik.
Menurutnya, jika sebelumnya kacang oven darinya dijual ke distributor hanya Rp23.000 per kilogram, saat ini terpaksa dinaikkan menjadi Rp30.000 per kilo.
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, saat ini dirinya juga membatasi permintaan, dulu setiap seminggu sekali bisa mengirim 100 bal isi 5 kilo sekarang di bawah 50 bal. “Saya kirim ke Solo Raya, Semarang, Boyolali, Salatiga,” jelasnya.
Menurut Ahmad, proses pembuatan kacang oven melalui beberapa tahap. Bahan kacang tanah dijemur selama tiga hari, selanjutnya di cuci sampai bersih lalu di masukkan ke gudang dua hingga tiga hari, setelah itu tahapan pemilahan dipisahkan antara kacang bagus dan jelek.
“Setelah itu baru dioven dan tahap terakhir dilakukan penyortiran. Jadi kacang oven produksi kami beda dengan produksi lainnya,” tandasnya. (nano)
Tinggalkan Komentar