Bencana Longsor di Jepara, Langkah Ini yang Dilakukan Pemrov Jateng untuk Penanganan Cepat

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat melakukan pengecekan bencana longsor di Jepara. (Foto: Dok Pemprov Jateng)

Sukoharjonews.com (Jepara) — Bencana alam banjir dan longsor melanda Kabupaten Jepara, Kudus, dab Pati. Terkait bencana tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, kompak turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Bahkan, bantuan logistik yang dibutuhkan oleh warga terdampak bencana sudah dikirim ke tiga kabupaten tersebut sejak Senin (12/1/2026).

“Saya dengan Pak Wakil Gubernur telah melakukan cek ricek, termasuk penanganan beberapa daerah kabupaten kita yang terdampak bencana, yaitu wilayah Kudus, Jepara, dan Pati. Tapi yang agak parah ini ada di Desa Tempur, Jepara,” kata Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (15/1/2026).

Longsor di Desa Tempur terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Secara geografis, Desa Tempur berada di lereng Gunung Muria dan dikenal rawan longsor. Dalam peristiwa ini, tercatat 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan desa.

Akibat bencana tersebut, hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi, karena akses jalan terputus. Selain itu, terdapat 6 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak berat, serta 2 unit usaha milik warga yang ikut terdampak.

“Tapi berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.

Dia menegaskan, dalam situasi krisis, kecepatan respons menjadi kunci agar dampak tidak semakin meluas. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat.

Menurut Luthfi, penanganan bencana di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus disiapkan secara struktural dan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya, penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

“Terutama penanganan sungai. Rencananya, di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ujarnya.

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap masuk ke desa, meski akses masih terbatas. Namun demikian, perhatian khusus diberikan pada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.

Dalam penanganan awal, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari bahan pokok, dukungan kelompok usaha bersama (Kube), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta di desa tersebuut.

“Bantuan sudah kita berikan, dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” terang gubernur.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mengawal penanganan longsor Desa Tempur hingga akses kembali normal, dan masyarakat dapat beraktivitas secara aman.

Warga Desa Tempur, Adil menuturkan, bencana longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Lereng Gunung Muria selama empat hari. Akibatnya satu-satunya akses jalan keluar dari Desa Tempur terputus.

“Untuk cari pasokan jadi sangat sulit, seperti bensin dan lain-lainnya. Sehari-hari saya juga lewat sini untuk keluar kerja. Sementara ini harus hati-hati lewatnya dan berisiko. Harapannya segera diperbaiki, agar warga bisa keluar desa lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, telah menyalurkan logistik ke tiga kabupaten yang terkena bencana tersebut.

“Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana,” kata Imam.

Dia menjelaskan, bantuan logistik tersebut bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN. Terdiri atas permakanan seperti makanan siap saji, makanan anak, dan lauk pauk siap saji. Selanjutnya, ada tenda keluarga, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kids ware, termasuk pakaian anak dan dewasa.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, logistik yang disalurkan atas bencana di Jepara senilai Rp140.755.720, Kabupaten Pati Rp133.306.218, dan Kabupaten Kudus Rp188.014.483. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar