Sukoharjonews.com – Sejumlah warga di Kecamatan Weru, Sukoharjo terdampak bencana angin kencang. Rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap dan ada juga yang tertimpa pohon tumbang. Mengetahui hal itu, Bupati Etik Suryani melakukan peninjauan langsung ke empat titik rumah warga terdampak, Rabu (4/3/2026).
Bencana angin kencang sendiri terjadi pada Selasa (3/3/2026) sore. Akibat hujan deras disertai angin kencang, sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan menimpa rumah warga di beberapa lokasi.
“Dari laporan yang saya terima, terdapat empat titik rumah warga di Kecamatan Weru yang terdampak cukup serius karena tertimpa pohon tumbang,” ujarnya.
Menurutnya, di Desa Karanganyar terdapat tiga titik pohon tumbang yang menimpa rumah warga, dengan satu titik mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, satu titik lainnya berada di Desa Krajan.
“Untuk Desa Karanganyar, ada pohon tumbang menimpa rumah warga, ada tiga titik yang parah satu. Kemudian di Desa Krajan juga ada satu, jadi total ada empat titik pohon tumbang menimpa rumah warga di Kecamatan Weru,” jelasnya.
Etik mengatakan, Pemkab Sukoharjo akan menggandeng Baznas untuk memberikan bantuan rehab rumah terdampak. Nantinya, bantuan berupa uang tunai untuk membantu perbaikan rumah yang rusak.
“Kami selaku pemerintah akan memberikan bantuan dengan Baznas. Akan diberikan besok berupa sejumlah uang tunai untuk merapikan rumah yang rusak,” katanya.
Sementara pada hari peninjauan, bantuan awal yang telah disalurkan berupa sembako dan logistik untuk kebutuhan mendesak warga.
“Bantuan tadi yang diberikan berupa sembako dan logistik. Besok kami kembali lagi memberikan sedikit bantuan untuk mereka-mereka yang terkena musibah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau masyarakat Sukoharjo untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Ia mengajak warga mengaktifkan kembali budaya gotong royong untuk menjaga lingkungan sekitar.
“Saya selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat Sukoharjo untuk mengaktifkan gotong royong, memperhatikan lingkungan sekitar. Kalau ada pohon-pohon yang besar bisa dipangkas,” tegasnya.
Menurutnya, pemangkasan pohon perlu dilakukan untuk mengurangi risiko tumbang saat diterpa angin kencang. Namun, ia menekankan agar tidak langsung ditebang seluruhnya.
“Tidak ditebang, tetapi dikurangi bagian atasnya guna mengurangi beban berat ketika terkena angin supaya tidak menimpa rumah,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar