Begini Cara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk Menggenjot Ekonomi Baru

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Foto: Pemprov Jateng).

Sukoharjonews.com (Solo) — Dalam upaya untuk menggenjot ekonomi baru, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendorong seluruh kabupaten/kota di wilayahnya untuk menggelar lebih banyak forum investasi. Hal tersebut dikatakan saat menghadiri Solo Investment Forum 2025.

Dikatalan Luthfi, banyaknya forum investasi akan membuka lebih banyak peluang, untuk menunjukkan potensi di wilayah masing-masing kepada investor.

Apalagi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini juga sudah memberikan dorongan, berupa insentif dan kemudahan untuk menanamkan modal di Jawa Tengah. Insentif itu antara lain keringanan atau pembebasan pajak daerah, bantuan modal UMKM, bantuan riset UMKM, pelatihan vokasi bagi UMKM, dan bunga pinjaman rendah.

Sementara, kemudahan penanaman modal yang diberikan antara lain jaminan kondusivitas wilayah, seperti bebas premanisme, hubungan industrial harmonis, digitalisasi pelayanan perizinan, dan keterbukaan menerima aduan.

Selain itu, upah tenaga kerja Jawa Tengah sangat kompetitif dan jumlah tenaga kerja terampil yang besar. Di mana tenaga kerja di Jawa Tengah dikenal memiliki karakter dan etos kerja yang disukai oleh para investor, yang sudah menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

“Jadi rugi kalau tidak berinvestasi di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Minggu (14/12/2025).

Terkait wilayah Solo, Ahmad Luthfi menyebut, branding investasi di wilayah tersebut adalah pariwisata dan kuliner. Selain itu, kota ini juga dikenal dengan kota budaya dan industri kreatif.

Dia berharap, kegiatan Solo Investment Forum 2025 ini juga mendorong ekonomi baru di wilayah ekskaresidenan Surakarta.

Sedangkan Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto mengatakan, sebagai kota budaya dan industri kreatif serta pariwisata, setidaknya ada sekitar 664 event yang digelar setiap tahun di Kota Surakarta. Dari ratusan event dari berbagai skala tersebut, nilai transaksinya dapat mencapai sekitar Rp10 triliun.

“Kota Solo juga menjadi center of knowledge atau pusat pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Investasi sumber daya manusia di Kota Solo menjadi penting, untuk mengembangkan pengetahuan dan kepribadian,” ujarnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar