Ragam  

BBWSBS Tak Beri Respon, Bupati Sukoharjo Turun Cek Lokasi Terdampak Bengawan Solo

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat cek jalan rusak di Desa Dalangan, Tawangsari, Jumat (22/8/2025).

Sukoharjonews.com – Dua lokasi terdampak banjir Bengawan Solo beberapa waktu lalu tak kunjung direspon oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Menyikapi hal itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua titik terdampak di Kecamatan Tawangsari, Jumat (22/8/2025).

Dalam kesempatan ini, Bupati mengecek pengerjaan normalisasi Sungai Bengawan Solo, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan di Desa Dalangan, Tawangsari, yang sempat viral dalam beberapa hari terakhir.

Dalam tinjauan di Sungai Bengawan Solo, Bupati Etik menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang secara swadaya melakukan normalisasi sungai. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi banjir ketika musim hujan.

“Saya ingin melihat pengerjaan normalisasi di sungai bengawan solo ini. Dimana pengerjaan ini merupakan inisiatif dari masyarakat Desa Pojok bersama-sama swadaya menyewa alat berat untuk normalisasi,” kata Etik.

Dengan inisiatif ini, Bupati Sukoharjo memastikan Pemkab Sukoharjo tidak tinggal diam dan tetap membantu sesuai dengan anggaran kami.

“Karena ini sebetulnya kewenangan BBWSBS. Tetapi BBWSBS sampai detik ini kita bersurat tidak ada respon. Sehingga masyarakat semuanya berupaya bagaimana untuk mengatasi sungai ini agar tidak mengakibatkan banjir di Desa,” ujarnya

Bupati secara tegas meminta agra BBWSBS segera merespon surat yang sudah diajukan ke BBWSBS

“Dengan sangat hormat kepada BBWSBS mohon perhatiannya untuk Sukoharjo agar surat-surat kami segera direalisasikan karena kami sangat membutuhkan, karena sungai ini sudah menggerus tanah yang sudah bersertifikat,” lanjutnya.

Etik menambahkan, normalisasi sungai ini untuk mengembalikan tanah masyarakat yang bersertifikat yang sudah tergerus sungai.

“Jadi ini diuruk menjadi tanah masyarakat bersertifikat dikembalikan seperti semula yang sebenarnya. Jadi, ini saya sangat memohon dengan BBWSBS untuk Sukoharjo, karena yang mempunyai wewenang dan siap melaksanakan,” tandasnya.

Lebih lanjut, setelah pantauan di sungai BBWSBS di Desa Pojok Bupati Etik dan rombongan melakukan pantauan di jalan Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Jalan berbentuk cor tersebut sempat viral karena kondisi yang sudah rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Jadi kami lanjutkan pantauan jalan di Desa Dalangan, Tawangsari, yang kemarin tempat viral. Ini sebetulnya tanah yang ada di sini adalah tanggul sungai. Kanan sungai dan kiri sungai, Ini juga masih kewenangan dari BBWSBS. Kami selaku Pemerintah Daerah tidak menutup mata, kami akan perbaiki jalannya,” terang Etik.

Pengerjaan jalan di Desa Dalang ini direncanakan paling lambat di penetapan anggaran tahun 2026 nanti. Penetapan anggaran tahun 2026 ini karena tahun 2025 saat ini di anggaran perubahan waktunya sudah tidak mencukupi. Bupati meminta masyarakat untuk lebih sabar.

“Tetapi setidaknya kami ingin nanti BBWSBS mempunyai peran serta untuk membuat tanggul. Tanggulnya dulu setelah tanggul dibenahi BBWSBS baru memperbaiki jalan diatas tanggul. Adanya kerjasama dengan BBWSBS ini saya berharap segera direspon karena ini menyangkut nyawa keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Bupati menambahkan pada anggaran tahun 2026 semuanya akan dibangun tanpa terkecuali. Karena ini semua perlu prosedur, dan tidak bisa langsung dikerjakan karena semua itu menggunakan mekanisme salah satunya komunikasi dengan BBWSBS. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *