
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Keberadaan kios di pasar tradisional yang belum difungsikan oleh pedagang mendapat sorotan Komisi II DPRD Sukoharjo. Pasalnya, dengan kios yang tidak dioperasikan membuat kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tidak maksimal. Untuk itu, dinas terkait diminta untuk membuat langkah-langkah agar keberadaan kios di pasar tradisional tersebut benar-benar difungsikan.
“Kalau kios terus dibiarkan kosong, otomatis pedagang tidak membayar retribusi sehingga dampaknya PAD dari sektor retribusi kios tidak maksimal,” tandas Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Timbul Darmanto, Senin (5/8).
Pada prinsipnya, ujar politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut, Komisi II mengapresiasi komitmen Pemkab dalam membangun pasar tradisional. Saat ini, sejumlah pasar tradisional sudah direvitalisasi utamanya pasar-pasar yang besar. Hanya tinggal Pasar Kartasura yang belum bisa direvitalisasi karena pasar tersebut masih menjadi kewenangan pihak ketiga.
Khusus untuk kios maupun los yang masih kosong, ujar Timbul, dari laporan yang masuk ada di semua pasar tradisional yang sudah selesai dibangun. Bahkan, pedagang pasar justru meninggalkan kios maupun los pasar dan memilih berjualan di luar pasar. Salah satu yang mendapat sorotan adalah Pasar Ir Soekarno, Pasar Jamu Nguter dan pasar lain dimana masih banyak kios maupun los yang kosong. Padahal, kios maupun los tersebut sudah ada pemiliknya.
“OPD yang menangani pasar harus tegas dalam menyikapi masalah itu. Kalau hanya dibiarkan, pedagang pasti tetap membandel. Harus ada sanksi yang diterapkan,” tegasnya.
Selain itu, Komisi II juga menyoroti kios lain selain di pasar tradisional. Antara lain Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah, Kios Pujasera dan ios di gapura batas kota dekat terminal bus Sukoharjo juga belum dimaksimalkan. Untuk itu, dinas terkait diminta untuk lebih berpikir kreatif dalam memaksimalkan kios-kios tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo, Sutarmo mengatakan, pemanfaatan bangunan khususnya kios dan los di pasar tradisional yang sudah selesai dibangun telah dimaksimalkan. Namun, dalam pelaksanaanya memang ada sejumlah kendala sehingga menyebabkan tempat tersebut masih sepi. Salah satu kendalanya adalah membandelnya pedagang yang tidak mau mengoperasikan kios dan los di dalam pasar. (erlano putra)



Facebook Comments