Bagaimana Jika Lupa Membaca Niat Saat Berpuasa? Apakah Puasanya Akan Diterima?

Lupa membaca niat saat puasa.(Foto: baznaz)

Sukoharjonews.com – Niat merupakan salah satu rukun ibadah puasa. Waktu berniat dimulai tenggelamnya matahari sampai sesaat terbit fajar. Seseorang yang tidak berniat berpuasa, maka puasanya tidak sah. Niat yang tidak terucap di mulut, tetapi terbesit dalam hati itu dianggap sah. Hanya saja pelafazan niat di mulut dapat membantu konsentrasi hati. Ini berarti hukum mengucapkan niat di mulut tidak wajib, tapi sunnah.

Dikutip dari Islampos, pada Sabtu (8/3/2025) sering kali muncul pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai niat puasa, terutama ketika seseorang lupa membaca sebelum fajar. Apakah puasanya tetap sah atau harus menggantinya di hari lain?

Pemahaman yang benar tentang niat dalam puasa sangat penting agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat.

1. Niat dalam Hati Sudah Cukup
Menurut sebagian besar ulama, niat tidak harus diucapkan secara lisan, tetapi cukup dengan hati.

Jika seseorang sudah memiliki keinginan atau kesadaran untuk berpuasa sejak malam hari (misalnya, dengan bangun sahur atau menyiapkan makanan untuk puasa), itu sudah dianggap sebagai niat.

2. Waktu Niat Puasa
Puasa Wajib (seperti Ramadhan) : Menurut Mazhab Syafi’i dan Maliki, niat harus dilakukan sebelum fajar, yaitu di malam hari. Namun, jika seseorang sudah memiliki tekad untuk berpuasa sebelum tidur, puasanya tetap sah meskipun lupa melafalkan niat secara eksplisit saat sahur.

Puasa Sunnah : Dalam puasa sunnah, seseorang boleh berniat setelah fajar, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Jika seseorang lupa melafalkan niat saat sahur tetapi sudah ada niat dalam hati sejak malam hari, puasanya tetap sah. Namun, untuk kehati-hatian, sebaiknya niat selalu dilakukan sebelum fajar agar lebih tenang dan sesuai dengan ajaran para ulama.(cita septa)

Tinggalkan Komentar