Bagaimana Hukum Sikat Gigi Saat Puasa?

Hukum sikat gigi saat puasa. (Foto: tangsel pos)

Sukoharjonews.com – Menyikat gigi adalah cara untuk menjaga kesehatan. Hal ini juga bermanfaat agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga selama berpuasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi, memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja merupakan salah satu dari larangan saat puasa.


Dikutip dari Hotelier, pada Jumat (29/3/2024), banyak pertanyaan mengenai apakah sikat gigi membatalkan puasa atau tidak. Sebetulnya, perlu diketahui bahwa sikat gigi sendiri dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya sebagai bentuk kebersihan diri dalam menjaga gigi dan mulut agar tetap sehat.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Andaikan tidak memberatkan, aku akan mewajibkan siwak kepada umatku” (HR: Bukhari dan Muslim).


Selain untuk membersihkan gigi dan mulut dalam Islam bertujuan untuk mendapatkan keridaan Tuhan. Rasulullah bersabda:

“Andaikan tidak memberatkan, aku akan mewajibkan siwak kepada umatku” (HR: Bukhari dan Muslim).

Selain untuk membersihkan gigi dan mulut dalam Islam bertujuan untuk mendapatkan keridaan Tuhan. Rasulullah bersabda:

“Sikat gigi (siwak) untuk membersihkan mulut, membuat Tuhan rida dan menguatkan pandangan” (HR: Ahmad dan Nasa’i)

Sikat gigi memang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk kebersihan diri bagi seorang muslim, namun saat berpuasa hal ini dikhawatirkan dapat membatalkan puasa.


Kekhawatiran ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain, menjelaskan bahwa berkumur dan sikat gigi ketika puasa hukumnya makruh.

‎ ومكروهات الصوم ثلاثة عشر: أن يستاك بعد الزوال

Artinya, “Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,” (Lihat Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).

Penjelasan lain juga disampaikan oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab. Kehati-hatian tatkala sikat gigi harus diperhatikan, sebab jika ada material yang masuk ke tenggorokan, baik air, pasta gigi, atau bulu dari sikat gigi, maka puasanya batal. Meskipun dilakukan tanpa sengaja.

‎ لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره

Artinya: Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343).


Oleh sebab itu, dianjurkan saat puasa menyikat gigi hanya dilakukan pada pagi hari saja, sedang saat dilakukan siang hari hukumnya sudah makruh, atau boleh saja menyikat gigi cukup dengan kayu siwak (arok), solusi lainnya adalah menyikat gigi tanpa pasta gigi.

Sementara anjuran berkumur kala puasa adalah menghindari berkumur dengan berlebihan (al-mubalaghah).

Yang dimaksudkan disini adalah berkumur dengan terlalu kencang dann terlalu banyak. Hal ini dikhawatirkan akan membatalkan puasa, dengan tertelannya sedikit air.

‎أَمَّا الصَّائِمُ فَلَا تُسَنُّ لَهُ الْمُبَالَغَةُ بَلْ تُكْرَهُ لِخَوْفِ الْإِفْطَارِ كَمَا فِي الْمَجْمُوعِ

“Adapun orang yang berpuasa maka tidak disunnahkan untuk bersungguh-sungguh dalam berkumur karena khawatir membatalkan puasanya sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab al-Majmu`” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarh Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 1, halaman 39).


Hingga pada tahap ini sudah tahu apakah sikat gigi membatalkan puasa? Jawabnya tentu saja tidak, hal ini didukung dengan banyaknya dalil yang sudah dijelaskan di atas.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *