Sukoharjonews.com – Miss V Anda memiliki aroma alami, dan itu normal! Namun, jika Anda merasakan perubahan atau hanya ingin menjaga aroma miss V yang sehat, ikuti 9 tips yang dibagikan oleh dokter kandungan ini.
Jika Anda merasa miss VAnda seharusnya berbau seperti bunga yang harum, pikirkan lagi. Miss V membersihkan dirinya sendiri dan memiliki aroma alaminya sendiri, yang dapat berubah selama siklus menstruasi atau ovulasi Anda. Aroma miss V yang ringan dan sedikit musk adalah normal dan merupakan tanda bahwa organ kewanitaan Anda sehat dan berfungsi dengan baik.
Dikutip dari Healthshots, Kamis (14/8/2025), namun, jika baunya menjadi kuat, tidak sedap, atau amis, Anda perlu melakukan sesuatu. Seorang dokter kandungan berbagi beberapa tips mudah yang telah disetujui para ahli untuk menjaga aroma miss V yang sehat. Ia juga memperingatkan bahwa bau yang tajam atau busuk dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakseimbangan hormon, atau kebersihan yang buruk, jadi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.
Bagaimana cara menjaga aroma miss V tetap sehat secara alami?
Berikut 9 tips yang dapat membantu Anda menghilangkan bau tak sedap pada miss V:
1. Jaga kebersihan dan kekeringan alat kelamin Anda
Area intim Anda harus dibersihkan setiap hari dengan air hangat. “Selalu cuci dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke area miss V, yang dapat menyebabkan infeksi,” saran Dr. Manvi Verma, ginekolog kosmetik dan seksolog wanita. Setelah mencuci, tepuk-tepuk hingga kering dengan handuk bersih untuk menghindari penumpukan kelembapan, yang dapat menyebabkan bau tak sedap pada miss V atau infeksi jamur.
2. Hindari kesalahan umum
Kebiasaan kebersihan tertentu mungkin lebih berbahaya daripada bermanfaat bagi kesehatan miss V Anda. Jadi, pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan ini:
– Douching dan scrubbing: Douching kemasan dan scrubbing yang terlalu keras dapat mengganggu keseimbangan pH alami miss V Anda. Praktik-praktik ini sering menyebabkan iritasi, rasa terbakar, atau bahkan infeksi.
– Terlalu sering mencuci: Terlalu sering mencuci dapat menghilangkan bakteri pelindung alami yang menjaga kesehatan miss V Anda.
– Menggunakan sabun keras atau produk beraroma: miss V memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri, jadi hindari penggunaan sabun yang kuat atau pembersih organ intim. Produk-produk ini dapat mengganggu flora alami, yang menyebabkan bau tak sedap atau infeksi.
– Mengenakan pakaian dalam yang ketat atau sintetis: Kain sintetis memerangkap kelembapan dan panas, sehingga bakteri lebih mudah tumbuh. Gunakan pakaian dalam katun dan ganti setiap hari.
3. Pilih pakaian dalam katun
Katun lebih mudah bernapas dan menyerap lebih banyak kelembapan daripada kain sintetis. “Katun menjaga area vagina tetap kering dan menurunkan risiko infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan bau tak sedap pada vagina,” menurut Dr. Verma. Selain itu, hindari mengenakan pakaian ketat dalam waktu lama dan biarkan kulit Anda bernapas.
4. Tetap terhidrasi
Minum banyak air membantu mengeluarkan racun dari tubuh Anda. Tetap terhidrasi juga menjaga jaringan miss V tetap sehat dan mempertahankan tingkat pH yang tepat, yang pada gilirannya membantu mencegah bau tak sedap pada miss V.
5. Hindari bahan iritan
Waspadai produk-produk yang dapat mengiritasi area miss V. Ini termasuk pembalut beraroma, tisu toilet berwarna, sabun mandi busa, dan deterjen pakaian tertentu. Selalu pilih produk yang ringan dan tanpa pewangi.
6. Jaga kebersihan menstruasi
Perawatan menstruasi berperan besar dalam kesehatan miss V, jadi ikuti tips berikut untuk menjaganya:
– Pilih produk menstruasi yang tepat: Baik itu pembalut, tampon, atau cawan menstruasi, pilihlah produk berkualitas tinggi dan bersirkulasi udara.
– Ganti produk Anda tepat waktu: Hindari memakai pembalut atau tampon terlalu lama, karena dapat menyebabkan bau dan infeksi.
– Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengganti: Ini mengurangi kemungkinan masuknya bakteri.
– Kenakan pakaian yang menyerap keringat: “Pakaian ketat memerangkap panas dan lembap. Jadi, kenakan kain yang nyaman dan lembut yang membantu menyerap keringat,” kata Dr. Verma.
– Bersihkan area intim dengan lembut: Gunakan air untuk mencuci area intim Anda selama menstruasi, dan hindari sabun yang keras.
7. Praktikkan seks aman
Berikut beberapa tips untuk menjaga kebersihan seksual agar terhindar dari bau tak sedap pada miss V:
– Gunakan kondom: Kondom mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS).
– Cuci tangan sebelum dan sesudah berhubungan seks: Tangan yang bersih mencegah bakteri masuk ke area miss V.
– Cuci miss V setelah berhubungan seks: Membilas miss V dengan lembut membantu mencegah penumpukan cairan atau bakteri.
– Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks: Ini membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
– Bersihkan mainan seks secara menyeluruh: Jika Anda menggunakannya, selalu bersihkan setelah setiap penggunaan untuk mencegah infeksi.
8. Perhatikan pola makan
Selain menjaga kebersihan miss V agar terhindar dari bau tak sedap, Anda juga perlu memperhatikan pola makan. Tambahkan makanan berikut ke dalam pola makan Anda:
– Yogurt: Kaya akan bakteri lactobacillus, yogurt membantu menjaga kadar ragi dan pH vagina yang sehat, sehingga mencegah bau tak sedap, menurut ulasan yang dipublikasikan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy.
– Nanas dan apel: Buah-buahan ini kaya akan antioksidan dan meningkatkan aroma alami vagina Anda.
– Jus cranberry: American Journal of Clinical Nutrition mengklaim dapat mencegah infeksi saluran kemih dan mendukung kesehatan miss V.
– Teh jahe: Khasiat antimikrobanya membantu melawan infeksi dan meningkatkan kesehatan mikrobioma usus dan miss V.
– Lemon: Dapat mendukung kesehatan miss V dan membantu mencegah IMS.
– Seledri dan kayu manis: Keduanya membantu detoksifikasi tubuh dan mendukung keseimbangan hormon, yang dapat memengaruhi bau miss V.
9. Jangan mengandalkan pengobatan rumahan
“Trik DIY seperti mengoleskan cuka sari apel atau memasukkan yogurt probiotik tidak aman. Trik ini dapat menyebabkan rasa terbakar, ruam, dan infeksi,” jelas Dr. Verma. Jika Anda mengalami bau busuk, keputihan yang tidak biasa, gatal, atau iritasi, sebaiknya konsultasikan ke dokter daripada mengandalkan pengobatan rumahan. (nano)
Tinggalkan Komentar