Bagaimana Anak Bisa Terkena Mata Juling?

Penyebab mata juling pada anak.(Foto: ciputra eye)

Sukoharjonews.com – Mata juling atau yang disebut dengan strabismus adalah kondisi di mana posisi kedua mata tidak sejajar dan bergerak ke arah berbeda. Kondisi ini membuat salah satu mata tampak mengarah ke depan, sementara mata lainnya melihat ke atas, bawah, atau samping.

Mata juling adalah kondisi yang banyak terjadi pada anak-anak, di mana sekitar 1 dari 20 anak diketahui menunjukkan gejala strabismus (mata juling). Meski begitu, kasus ini juga umum dialami oleh orang dewasa, namun biasanya disebabkan oleh adanya penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Dikutip dari Yesdok, pada Selasa (30/7/2024), berikut penyebab mata juling pada anak:

1. Ketidakseimbangan otot mata
Strabismus dapat terjadi akibat ketidakseimbangan otot-otot yang mengontrol gerakan mata. Otot-otot ini bekerja sama untuk mengarahkan mata ke arah yang sama, tapi ketika otot-otot ini tidak seimbang, mata dapat bergerak ke arah yang berbeda.

2. Cacat bawaan
Beberapa anak dilahirkan dengan mata juling. Cacat bawaan ini dapat menjadi masalah dalam perkembangan otot mata atau saraf sejak janin. Sebagai contoh, strabismus lebih umum pada anak-anak dengan sindrom Down atau cerebral palsy.

3. Masalah penglihatan lain
Strabismus juga dapat disebabkan oleh kondisi penglihatan lain, seperti retinoblastoma, sejenis kanker mata, atau katarak kongenital, yang merupakan katarak yang ada sejak lahir. Satu mata dapat menyimpang jika penglihatannya buruk atau terhalang oleh sesuatu.

4. Masalah syaraf
Gangguan saraf akan menyebabkan otot mata tidak bekerja dengan benar. Beberapa penyebab gangguan ini termasuk infeksi, trauma, atau penyakit neurologis.

5. Trauma atau cedera
Cedera mata atau kepala dapat menyebabkan strabismus, yang berakibat terhadap kerusakan otot atau saraf yang mengontrol gerakan mata.

6. Penyakit dan infeksi
Infeksi yang menyerang otak atau sistem saraf, seperti meningitis atau ensefalitis, dapat mengganggu fungsi normal otot mata dan saraf sehingga menimbulkan strabismus.

Komplikasi strabismus seperti amblyopia (mata malas) atau kehilangan penglihatan permanen dapat dicegah dengan mendeteksi dan mengobati segera. Perawatan dapat termasuk latihan mata, penggunaan penutup mata, penggunaan kacamata, atau bahkan pembedahan untuk memperbaiki ketidakseimbangan otot.(cita septa)

Tinggalkan Komentar