
Sukoharjonews.com (Jakarta) — Layanan penyeberangan bagi wilayah kepulauan memegang peran vital bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai jalur utama menuju layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga distribusi kebutuhan harian.
Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai mengoperasikan lintasan perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean. sebagai upaya memperkuat konektivitas penumpang dan logistik di Sulawesi Tengah. Pengoperasian lintasan perintis ini sekaligus menegaskan peran ASDP sebagai operator penyeberangan nasional yang mengemban tugas pelayanan publik, terutama di daerah kepulauan dengan keterbatasan akses transportasi.
Kehadiran KMP Teluk Tolo di lintasan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, terjadwal, dan terjangkau bagi masyarakat Banggai Laut, serta memastikan kelancaran arus barang antarpulau.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa pembukaan lintasan perintis ini merupakan bagian dari amanat perusahaan dalam menjaga kesinambungan konektivitas nasional. Ia menilai penyeberangan perintis memiliki posisi strategis dalam menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan pusat distribusi yang lebih luas.
“Lintasan perintis ini kami operasikan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik berjalan seimbang. Akses yang terbuka akan mempercepat pergerakan orang, memperlancar pengiriman hasil produksi, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Heru, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (17/1/2026).
Pada tahap awal operasional Januari 2026, lintasan Banggai–Paisulamo–Dungkean dijadwalkan beroperasi setiap Selasa dan Kamis. Kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Banggai pukul 08.00 WITA, tiba di Paisulamo pukul 10.00 WITA, kemudian melanjutkan perjalanan ke Dungkean pukul 11.00 WITA dan sampai pada pukul 13.30 WITA.
Untuk rute balik, kapal berangkat dari Dungkean pukul 14.30 WITA, singgah di Paisulamo, dan kembali ke Banggai sekitar pukul 18.30 WITA, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih pasti.
General Manager ASDP Luwuk, Agus Djoko menjelaskan operasional lintasan ini didukung oleh KMP Teluk Tolo yang memiliki panjang 39,38 meter dan lebar 11 meter, dengan kapasitas 540 GT.
Kapal tersebut mampu mengangkut hingga 181 penumpang serta 17 unit kendaraan campuran, yang dinilai cukup untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata daerah. (nano)















Facebook Comments