ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan di Lintas Utama Jawa-Bali-Lombok Selama Nyepi

banner 468x60
Layanan ferry di sejumlah pelabuhan utama dihentikan sementara saat Nyepi. (Foto: Dok ASDP)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Penyeberangan Jawa–Bali dan Lombok akan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi 2026. Kebijakan ini dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

Penghentian operasional mengacu pada pengaturan resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban selama Nyepi sekaligus memastikan layanan transportasi tetap terkelola dengan baik menjelang periode Angkutan Lebaran 2026.

Sejumlah pelabuhan yang terdampak penyesuaian jadwal:

– Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB
– Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA
– Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA
– Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret. Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.

“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (6/3/2026).

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Optimalkan Layanan
Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.

Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.

Pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan.

Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *