
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan Rapat Kesiapan dan Penanganan Arus Mudik 2024 pada lintas penyeberangan Merak – Bakauheni. Kolaborasi antara ASDP dan seluruh pihak demi memastikan keselamatan dan kepuasan pemudik selama musim mudik Lebaran.
Direktur Jenderal Perhubungan, Darat Hendro Sugiatno mengatakan, “Strategi tahun ini kurang lebih sama dengan tahun kemarin, namun tetap akan ada perbaikan dan evaluasi demi kelancaran bersama,” ujarnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (8/3/2024)
Dari segi perbaikan operasi angkutan lebaran, Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi menjelaskan kesiapan ASDP yang berkaitan dengan segmentasi pelayanan pelabuhan H-7 hingga H-1. Yakni, Pelabuhan Merak (Merak-Bakauheni) melayani pejalan kaki, kendaraan penumpang (golongan IVA, VA, dan VIA), dan truk golongan IVB & VB.
Sedangkan untuk Pelabuhan Ciwandan (Ciwandan-Bakauheni) akan melayani kendaraan roda 2, kendaraan truk golongan VIB dan VII tujuan Pelabuhan Bakauheni serta untuk Pelabuhan BBJ (Bojonegara-Muara Pilu) yang ditetapkan untuk melayani truk gol VIII & IX.
Adapun dari segi sarana pra sarana lainnya yaitu peningkatan kapasitas Dermaga 2 Merak yang semula 3.000 GT menjadi 10.000 GT, hingga penyediaan Travelator pada Access Bridge Menuju Dermaga Reguler Merak.
Ira menambahkan, khusus untuk kapal operasi di lintas Merak-Bakauheni terdapat 66 armada yang beroperasi yaitu express 6 kapal dan reguler 60 kapal. Sedangkan penyediaan armada di Ciwandan sebanyak 10 kapal dan BBJ sejumlah 5 kapal.
“Hal baru yang kita terapkan adalah kita akan menggunakan data trafik yang lebih akurat sehingga pengambilan keputusan dapat dioptimalisasi berdasarkan pada data actual,” tambah Ira.
Dalam rapat koordinasi mitra darat juga disampaikan implementasi Radius Batas (Geofencing) Pembelian Tiket di Merak sejauh 4,71 KM dan Bakauheni sejauh 4,24 KM.
Sedangkan untuk Ketapang radius diterapkan sejauh 2,65 KM (batas Terminal Sritanjung) dan Gilimanuk 2 KM (batas Terminal Kargo). Jumlah lintasan yang dipantau secara Nasional selama pelaksanaan Posko Lebaran 2024 sejumlah 8 Lintasan di 9 Cabang.
Yaitu Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk dan Jangkar-Lembar, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Ajibata-Ambarita, Bajoe-Kolaka, Tj. Api-Api-Tj.Kalian, Panajam-Kariangau.
Sedangkan Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP, M. Yusuf Hadi menjelaskan berbagai upaya antisipasi antrian kendaraan, termasuk contigency plan menggunakan Pelabuhan Indah Kiat sebagai yang berlokasi dekat dengan Dermaga 7 Merak.
Selain itu, juga akan diterapkan kembali delaying system di beberapa Rest Area untuk menekan terjadinya lonjakan antrian kendaraan.
Di antaranya pada Rest Area yang berada di jalur Tol Jakarta-Merak, Tol Lampung-Bakauheni dan pemberlakuan Buffer Zone di jalur arteri menuju pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan perbantuan demi mencegah kepadatan di arus mudik 2024.
“Selain upaya perbantuan tersebut, untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran, kami juga telah melakukan perluasan layanan online ticketing Ferizy di 24 pelabuhan,” tuturnya.
Ke-24 pelabuhan itu di antaranya Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tg Kelian, Pagimana, Gorontalo, Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea
Sejak 11 Desember 2023, ASDP juga telah memberlakukan pembatasan area penjualan tiket di sekitar pelabuhan dengan radius maksimal sejauh 5 km dari pelabuhan.
Adapun radius batasan pembelian tiket ferry adalah sebagai berikut:
1. Pelabuhan Merak sejauh 4,71 km dari titik tengah pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan titik Hotel Pesona Merak).
2. Pelabuhan Bakauheni sejauh 4,24 km dari titik tengah pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan Balai Karantina Pertanian).
Untuk kelancaran perjalanan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni, ASDP mewajibkan pengguna jasa membeli tiket secara online via Ferizy sebelum keberangkatannya.
“Demi kelancaran dan kenyamanan selama penyeberangan, pastikan pengguna jasa sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan,” ujar Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin.
Penjualan tiket online Ferizy sejak 60 hari sebelum hari keberangkatan bisa dilakukan di website Ferizy di trip.ferizy.com atau aplikasi Ferizy.
Pembelian tiket ferry juga dapat diakses melalui lebih dari 500.000 channel dan 8 sales channel (Tiket.com, Alfamart, Indomaret, Alfamidi, BNI46, BRILink, Bank BJB, dan Delima).
“Mohon kerja sama pengguna jasa, jangan membeli tiket ketika baru menuju ke pelabuhan, dan hindari membeli tiket via calo di area pelabuhan,” tandas Shelvy. (nano)



Facebook Comments