
Sukoharjonews.com – Setelah peluncurannya baru-baru ini, Apple telah merilis pembaruan perangkat lunak pertama untuk headset Vision Pro. Pembaruan, visionOS 1.0.3, hadir dua minggu setelah versi 1.0.2 sebelumnya yang dirilis sebelum peluncuran headset.
Dikutip dari Gizmochina, Kamis(15/2/2024), meskipun Apple tidak mengungkapkan semua perbaikan dalam pembaruan ini, pembaruan ini menargetkan masalah signifikan dan mencakup perbaikan bug umum.
Perubahan paling menonjol dalam pembaruan visionOS 1.0.3 adalah kemampuan untuk mereset kode sandi yang terlupa. Sebelumnya, pengguna yang lupa kode sandi Vision Pro tidak memiliki jalan lain selain mengunjungi toko Apple untuk melakukan reset. Sekarang, jika kode sandi yang salah dimasukkan cukup sering, headset akan menawarkan opsi untuk menghapus perangkat.
Fitur ini memberikan kemudahan dan kontrol tambahan bagi pengguna Vision Pro. Apple menjaga keamanan dengan menjaga Kunci Aktivasi tetap di tempatnya; menghapus headset tidak akan mengabaikan persyaratan ID Apple pemilik.
Catatan rilis Apple hanya menyatakan bahwa pembaruan tersebut mencakup “perbaikan bug penting”. Bug spesifik yang telah diatasi tidak dirinci secara publik.
Pembaruan perangkat lunak Apple Vision Pro
Pemilik Vision Pro dapat mengunduh dan menginstal pembaruan langsung di headset mereka. Arahkan ke aplikasi Pengaturan dan temukan bagian Pembaruan Perangkat Lunak untuk memulai proses.
Seperti halnya perangkat apa pun, selalu memperbarui perangkat lunak Vision Pro Anda adalah penting untuk memastikan Anda memiliki fitur terbaru, perbaikan bug, dan peningkatan keamanan yang disediakan Apple.
Dalam pemberitaan terkait, terdapat reaksi beragam dari pengguna Vision Pro terhadap headset tersebut. Misalnya, Omar Shahine, kepala Microsoft Word, berbagi pengalaman langsungnya dengan Vision Pro saat bepergian dari Seattle ke Dubai.
Dia mencatat keserbagunaannya dan bagaimana hal itu dapat mengubah seluruh kabin menjadi pusat hiburan yang dipersonalisasi. Namun, ia juga menyebutkan beberapa kekurangannya, terutama soal bobotnya. Pengalaman Omar dapat Anda baca di sini. (nano)



Facebook Comments