Apakah Terlalu Sering Bleaching Rambut Berbahaya bagi Kesehatan? Simak Penjelasannya

Bleaching Rambut (Foto: Pinterest)

Sukoharjonews.com – Bleaching rambut adalah metode kimiawi yang menggunakan zat pemutih seperti hidrogen peroksida untuk menghilangkan pigmen alami rambut, sehingga memungkinkan perubahan warna menjadi lebih terang. Namun, seiring meningkatnya popularitas tren rambut berwarna terang, pertanyaan mengenai keamanan dan dampak jangka panjang proses bleaching terhadap kesehatan semakin menjadi perhatian. Beberapa jurnal internasional telah meneliti dampak ini dan menunjukkan bukti ilmiah mengenai risiko kesehatan dari penggunaan bleaching rambut yang berlebihan.

Kerusakan Struktural Rambut
Dikutip Dari International Journal of Cosmetic Science, Jumat (01/11/2024) menyebutkan bleaching dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur rambut. Menurut penelitian ini, hidrogen peroksida dan bahan-bahan kimia lainnya dalam produk bleaching membuka kutikula rambut untuk menghilangkan pigmen alami. Efeknya adalah kerusakan pada lapisan rambut yang menyebabkan rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah patah. Penelitian juga mengungkapkan bahwa kerusakan ini dapat menjadi permanen jika bleaching dilakukan terlalu sering, karena keratin (protein utama rambut) akan mengalami degradasi yang sulit dipulihkan .

Dampak pada Kulit Kepala dan Reaksi Alergi
Sebuah artikel dalam Journal of the American Academy of Dermatology mengkaji dampak kimiawi dari bleaching terhadap kulit kepala. Bahan kimia kuat seperti hidrogen peroksida dan amonia dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga luka bakar kimia pada kulit kepala jika proses bleaching tidak dilakukan dengan tepat. Beberapa kasus reaksi alergi akibat paparan bahan kimia pada kulit kepala juga dilaporkan, termasuk reaksi seperti dermatitis kontak yang ditandai dengan rasa gatal dan inflamasi. Paparan yang berkepanjangan terhadap bahan-bahan ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit dan memicu alergi pada pemakaian berikutnya.

Paparan terhadap Bahan Kimia Berbahaya
Menurut jurnal Environmental Health Perspectives, paparan berulang pada zat-zat kimia dalam produk bleaching rambut berpotensi mempengaruhi kesehatan sistemik dalam jangka panjang. Penghirupan residu hidrogen peroksida dan amonia saat proses bleaching berisiko memengaruhi saluran pernapasan, terutama jika dilakukan di ruangan tanpa ventilasi yang memadai. Selain itu, hidrogen peroksida adalah zat yang bersifat reaktif dan dapat menimbulkan stres oksidatif pada kulit, yang dapat berkontribusi pada penuaan dini dan meningkatkan risiko kerusakan DNA kulit dalam jangka panjang .

Dampak Psikologis: Tekanan untuk Mempertahankan Tampilan
Studi yang dipublikasikan di Psychology Research and Behavior Management juga menyebutkan adanya tekanan psikologis yang muncul pada individu yang secara rutin menjalani bleaching rambut untuk mempertahankan tampilan tertentu. Rasa ketergantungan pada warna rambut yang cerah ini dapat memicu stres, terutama bila mengalami kerusakan rambut atau efek samping lainnya yang merugikan penampilan. Hal ini berdampak pada kesehatan mental, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda .

Dari perspektif ilmiah, keseringan melakukan bleaching rambut memang dapat berbahaya, baik bagi kesehatan rambut, kulit kepala, maupun kesehatan umum. Disarankan untuk membatasi frekuensi bleaching, menggunakan produk yang lebih lembut, dan mempertimbangkan perawatan intensif setelah proses bleaching. Konsultasi dengan profesional dan menggunakan produk pelindung rambut dapat membantu meminimalkan risiko. (mg-02/nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar