Sukoharjonews.com – Salam pecinta kopi, kafein baik untuk kesehatan hati Anda. Ketahui manfaat kopi untuk menjaga kesehatan hati dan seberapa banyak yang boleh Anda minum.
Dikutip dari Healthshots, Selasa (4/3/2025), kebanyakan orang minum kopi di pagi hari untuk meningkatkan energi dan mengatasi rasa lesu di sore hari. Namun, ternyata secangkir kopi harian Anda memiliki lebih banyak manfaat bagi tubuh Anda daripada yang Anda kira—kopi juga mendukung kesehatan hati Anda. Ini adalah kabar baik bagi para pecinta kopi.
Data menunjukkan bahwa lebih dari dua juta orang menderita penyakit hati di seluruh dunia, dan ini bisa menjadi kabar baik karena kopi bukanlah faktor risiko yang berkaitan dengan hati Anda. Jika Anda masih belum yakin tentang manfaat kopi untuk kesehatan hati Anda, mari kita cari tahu.
Manfaat kopi: Apakah bermanfaat bagi kesehatan hati Anda?
Kopi adalah salah satu minuman yang paling digemari di dunia. Meskipun minum terlalu banyak kafein tidak baik untuk kesehatan Anda, mengonsumsinya dalam jumlah sedang dapat bermanfaat bagi kesehatan hati Anda. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of BMC Public Health memberikan kabar baik tentang minum kopi untuk kesehatan hati. Studi tersebut melibatkan 5.00.000 orang dan menemukan bahwa minum kopi dapat menurunkan risiko terkena penyakit hati secara signifikan. Studi tersebut menemukan bahwa manfaat kopi sangat banyak dan Anda dapat mengonsumsi kopi tanpa kafein, kopi instan, dan kopi bubuk untuk menekan risiko penyakit hati seperti penyakit hati berlemak dan kanker hati.
Ketahui manfaat kopi untuk kesehatan hati
1. Mengandung vitamin dan mineral penting
Selama kopi diminum tanpa gula rafinasi dan susu, kopi dapat memberikan keajaiban bagi tubuh Anda, terutama untuk hati jika dikonsumsi dalam jumlah sedang (1 hingga 2 cangkir setiap hari). Faktanya, secangkir kopi hitam 240 ml tanpa gula mengandung banyak vitamin, antioksidan, dan mineral seperti vitamin B12, vitamin B5, vitamin B1, vitamin B3, folat, mangan, kalium, magnesium, dan fosfor, kata ahli gizi Avni Kaul.
2. Mengurangi risiko perlemakan hati non-alkohol
Penyakit perlemakan hati non-alkohol terjadi ketika ada penumpukan lemak ekstra di sel-sel hati. Penyakit ini sebagian besar menyerang orang yang kelebihan berat badan, menderita diabetes, atau memiliki kadar kolesterol tinggi. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat memperburuk kondisi yang lebih kronis seperti sirosis atau jaringan parut pada hati. Jaringan parut ini dapat menyebabkan gagal hati atau kanker hati.
Meskipun kopi bukanlah penyelamat, kopi dapat menjadi tambahan yang baik untuk diet Anda agar hati tetap sehat. Kopi mengandung lebih dari 1000 bahan kimia, dan ketika kita mencerna kafein, tubuh kita menghasilkan bahan kimia yang disebut paraxanthine, yang memperlambat pertumbuhan jaringan parut yang terlibat dalam fibrosis. Paraxanthine juga dapat memperlambat kondisi sirosis hati, Hepatitis B dan C, serta penyakit perlemakan hati non-alkohol, kata ahli.
3. Mengurangi peradangan
Salah satu manfaat kopi adalah mengandung dua diterpena, Cafestol dan kahweol, yang diekstrak dari biji kopi. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences, kedua metabolit ini dapat mengurangi peradangan dan membantu mengurangi risiko penyakit hati. Ada asam yang ada di dalam kopi yang mungkin bekerja melawan virus yang menyebabkan hepatitis B, imbuh sang ahli.
Berapa banyak kopi yang harus Anda minum?
Manfaat kopi tidak hanya untuk kesehatan hati Anda, tetapi itu tidak berarti Anda dapat meminumnya dalam jumlah banyak. Penting untuk mengetahui jumlah kopi yang tepat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of BCM Public Health Journal menemukan bahwa minum setidaknya tiga hingga empat cangkir kopi, bahkan yang tanpa kafein, setiap hari dapat membantu mengurangi risiko masalah hati.
Sementara orang dengan penyakit hati dapat berkonsultasi dengan dokter mereka jika mereka ingin minum lebih banyak kopi, sang ahli mengatakan bahwa hal itu tidak berbahaya tetapi bermanfaat bagi orang dengan kondisi hati seperti hepatitis atau penyakit hati berlemak. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk mengetahui jumlah pasti kafein yang dapat Anda konsumsi dalam sehari.
Ingatlah hal ini saat minum kopi
Kita sepakat tentang manfaat kopi untuk kesehatan hati, tetapi tidak semua orang dapat menoleransi kopi dalam jumlah banyak. Kopi dapat memicu atau memperburuk masalah seperti sakit kepala, gangguan tidur, kecemasan, atau kegelisahan pada sebagian orang.
Kopi yang berlebihan juga dapat berbahaya bagi orang dengan detak jantung tidak teratur atau masalah jantung lainnya. Kopi juga dapat menyebabkan masalah jika Anda menderita kanker paru-paru. Minum kopi hitam adalah cara terbaik untuk mengonsumsi kopi demi kesehatan hati.
Cara terbaik mengonsumsi kopi adalah dengan menghindari krim dan gula. Karena orang yang menderita penyakit hati berlemak sering menderita masalah seperti diabetes dan obesitas, maka tidak menambahkan gula dan lemak ekstra ke dalam kopi dapat bermanfaat bagi Anda dalam jangka panjang. Anda juga dapat menambahkan susu skim atau susu nabati dan menghindari penggunaan krim. Anda juga dapat mengganti gula dengan pemanis buatan.
Bagaimana cara menjaga kesehatan hati?
Meskipun kopi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan hati, ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu menjaga kesehatan hati:
– Dapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B, karena keduanya merusak hati.
– Kurangi asupan alkohol, karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada hati dan menyebabkan sirosis.
– Hati adalah organ pertama yang memetabolisme makanan yang kita konsumsi. Jadi, mengonsumsi makanan manis atau makanan jenuh dapat menyebabkan penyakit hati berlemak.
– Lakukan olahraga teratur setiap hari.
– Makanan seperti oatmeal, bawang putih, beri, anggur, jeruk bali, dan pir berduri baik untuk hati. Jadi, tingkatkan asupannya.
Meskipun cara-cara ini dapat membantu menjaga kesehatan hati, pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk memantau kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah gaya hidup. (nano)
Tinggalkan Komentar