Sukoharjonews.com -Kelenjar tiroid, yang terletak di bagian depan leher, bertanggung jawab memproduksi hormon yang berperan penting bagi tubuh yang disebut dengan hormon tiroid. Hormon tiroid sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh agar bisa berfungsi dengan baik.
Dilansir dari Honestdocs, Jum’at (28/2/2025), dalam kondisi tertentu, tiroid menjadi kurang aktif dan menghasilkan lebih sedikit hormon tiroid, kondisi ini disebut hipotiroidisme. Orang dengan hipotiroidisme memiliki masalah yang mengakibatkan semua fungsi dari organ tubuh yang menurun, sehingga mengakibatkan gejala seperti kelelahan, rasa dingin, berat badan meningkat, kulit kering, dan cepat mengantuk. Ketika kadar hormon tiroid menjadi sangat rendah, gejalanya menjadi lebih buruk dan dapat mengakibatkan kondisi serius yang disebut myxedema coma (koma miksedema).
Koma miksedema adalah komplikasi hipotiroidisme ekstrim di mana penderita menunjukkan kelainan organ multipel dan penurunan mental secara progresif. Miksedema juga dapat menyebabkan pembengkakan kulit dan jaringan lunak. Akan tetapi, sebagian besar penderita koma miksedema tidak menunjukkan gejala pembengkakan, melainkan mengalami penurunan status mental.
Apabila tidak segera diobati, kondisi ini dapat mengancam jiwa dan mengakibatkan kematian. Kematian tersebut disebabkan oleh kegagalan pernapasan, sepsis, dan pendarahan saluran pencernaan. Oleh karena itu, penderita hipotiroidisme yang menunjukan gejala-gejala koma miksedema harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan segera.
Apa yang menyebabkan myxedema coma?
Hipotiroid mungkin disebabkan oleh berbagai hal seperti dibawah ini:
- kondisi autoimun, termasuk penyakit Hashimoto
- operasi pengangkatan tiroid
- hipotermia
- pendarahan saluran pencernaan
- obat-obatan tertentu, seperti lithium atau amiodarone (Pacerone)
- kekurangan yodium atau kelebihan yodium
- gangguan metabolisme (hipoglikemia, asidosis)
- obat sistem kekebalan tubuh, seperti yang digunakan dalam pengobatan kanker
Miksedema adalah hasil dari hipotiroidisme berat yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati. Kondisi ini juga dapat berkembang ketika seseorang berhenti menggunakan obat pengganti hormon tiroid mereka. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang tua dan wanita.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar