Antisipasi Bencana Alam, BPBD Sukoharjo Dorong Pembentukan Desa Tangguh Bencana-Destana

Siaga Bencana BPBD Sukoharjo. (Dok)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mendorong peningkatan kemampuan tanggap bencana alam pada masyarakat hingga lapisan terbawah tingkat RT dan RW bahkan ke rumah tangga. Kemampuan tanggap bencana alam menjadi modal sangat penting dalam upaya penyelamatan dan menekan korban jiwa dan benda saat muncul bencana alam.

“Kemampuan tanggap bencana alam sekarang tidak lagi diprioritaskan pada kelompok saja, melainkan juga sudah harus menyentuh warga atau orang per orang. Hal ini sangat penting dalam rangka bagian upaya penyelamatan pada saat bencana alam terjadi,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, Minggu (30/4/2023).

Kemampuan yang dimiliki perorangan membuat mereka seperti dikatakan Ariyanto akan semakin mudah dalam melakukan penyelamatan diri tanpa menunggu waktu lama datangnya bantuan dari luar. Hal ini penting untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun luka, termasuk kerugian harta benda.

“Kami dorong terus peningkatan kemampuan tanggap bencana alam sampai orang per orang. Jadi tidak lagi pada kelompok saja, tapi menyentuh warga hingga di rumah tangga. Nantinya bagaimana kepala keluarga bisa memprioritaskan upaya penyelamatan anggota keluarganya dalam menghadapi bencana alam,” ujarnya.

Menrutnya, BPBD Sukoharjo membuat langkah dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Keberadaan Destana sangat penting dan menjadi bagian memberikan edukasi kepada warga terhadap peningkatan kemampuan tanggap bencana alam.

“Terus dilakukan sosialiasi dan edukasi pada warga. Tidak hanya menyentuh tingkat RT dan RW saja, tapi juga keluarga. Sebab mereka juga rawan jadi korban terlebih lagi yang tinggal di wilayah rawan bencana alam seperti di bantaran Sungai Bengawan Solo atau perbukitan,” lanjutnya.

Ariyanto mengatakan, desa dan kelurahan masing-masing memiliki risiko kerawanan bencana alam sendiri. BPBD Sukoharjo berharap semua desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo kedepan bisa membentuk Destana. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus tanggap bencana alam ditengah kondisi perubahan cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca yang sulit diprediksi dengan perubahan ekstrem harus direspon cepat. Kewaspadaan penuh bencana alam dilakukan dengan melibatkan pemerintahan ditingkat desa dan kelurahan. Hal itu sejalan dengan program pemerintah terkait keberadaan Destana.

Destana memiliki peran besar dalam mengantisipasi sekaligus menanggani terjadinya bencana alam ditingkat desa dan kelurahan. BPBD Sukoharjo mencatat sampai sekarang baru ada 11 desa dari total 167 desa dan kelurahan yang sudah terbentuk Destana.

Sebelas Destana tersebut yakni di Kecamatan Polokarto ada tiga Destana Desa Pranan, Desa Bugel dan Desa Ngombakan, di Kecamatan Mojolaban ada tiga Destana Desa Tegalmade, Desa Laban dan Desa Gadingan, di Kecamatan Grogol ada tiga Destana Desa Pandeyan, Desa Telukan dan Desa Kadokan, di Kecamatan Baki ada satu Destana Desa Ngrombo dan di Kecamatan Weru ada satu Destana Desa Tegalsari. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar