Sukoharjonews.com – Anker baru saja mengumumkan SOLIX S5000, sebuah power station portabel dengan baterai 5.024Wh yang akan mulai dijual di AS pada 27 Oktober. Produk ini memiliki harga resmi USD3.599,99 atau Rp, namun Anker menawarkannya dengan harga USD2.499,99 atau Rp44,7 jutaan saat peluncuran melalui toko resminya sendiri dan Amazon. Menurut perusahaan, pembeli juga dapat mendaftar untuk mendapatkan akses awal guna memperoleh paket diskon senilai USD1.799 atau Rp32,2 jutaan.
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (15/10/2026), Anker mengklaim bahwa SOLIX S5000 adalah power station 5kWh dengan daya tahan paling lama di kelasnya, berdasarkan pengujian internal yang dilakukan terhadap sejumlah pesaing terpilih.
Perusahaan menyatakan bahwa perangkat ini mampu menyuplai daya untuk kulkas, router Wi-Fi, pembuat kopi, lampu, dan ponsel hingga 48 jam dalam sekali pengisian daya. Kulkas saja dapat beroperasi hingga 86 jam, sementara unit AC jendela dapat beroperasi hingga 25 jam. Angka-angka ini merupakan estimasi dari Anker, sehingga durasi penggunaan sebenarnya akan bergantung pada perangkat yang terhubung dan besarnya daya yang dikonsumsi perangkat tersebut.
SOLIX S5000 memiliki daya keluaran terukur sebesar 4.500W, dengan daya keluaran puncak mencapai 8.000W. Perangkat ini mendukung peralatan listrik 120V maupun 240V, serta dilengkapi dengan soket L14-30R, soket TT-30R untuk peralatan RV, soket NEMA 5-20R, USB-A, dan port USB-C 100W. Alat ini juga dapat berfungsi sebagai UPS, beralih ke daya baterai dalam waktu 10 milidetik saat terjadi pemadaman listrik. Anker mencatat tingkat kebisingan operasional sebesar 30dB, sementara konsumsi daya saat “idle” (siaga) pada output 120V adalah 8,8W.
Meskipun memiliki baterai berkapasitas besar, SOLIX S5000 memiliki berat 97 pon (sekitar 44 kg) dan dimensi 10,6 x 22 x 15,2 inci. Perangkat ini dilengkapi roda dan gagang penarik agar lebih mudah dipindahkan. Anker menyatakan bahwa model ini lebih ringan dibandingkan Anker SOLIX F3800, yang memiliki kapasitas baterai lebih kecil (3.840Wh) dan diperkenalkan melalui Kickstarter pada tahun 2023.
Di bagian dalamnya, power station ini menggunakan sel baterai “lithium iron phosphate” (LFP) berkapasitas 314Ah. Anker memperkirakan baterai ini mampu bertahan hingga 6.000 siklus pengisian daya sebelum kapasitasnya turun menjadi 80% dari kapasitas awal, atau 10.000 siklus sebelum turun menjadi 60%. Perusahaan memperkirakan masa pakai sekitar 15 tahun dengan penggunaan satu atau dua siklus per hari, meskipun masa garansi produknya adalah lima tahun. SOLIX S5000 juga telah mengantongi sertifikasi UL 9540 dan UL 9540A.
Daya pengisian maksimum mencapai 4.300W untuk satu unit, dan Anker menyatakan bahwa pengisian daya hingga penuh membutuhkan waktu 99 menit. Input AC-nya sebesar 1.800W dari stopkontak 120V dan 4.500W dari stopkontak 240V. Tersedia pula dua input tenaga surya dengan kapasitas masing-masing hingga 1.000W dan 2.000W, serta input generator yang mendukung daya hingga 4.500W.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar, SOLIX S5000 mendukung penggunaan baterai tambahan. Anker mencantumkan opsi konfigurasi mulai dari 5kWh hingga 30kWh dengan penambahan hingga lima baterai, meskipun harga untuk opsi ekspansi tersebut belum dicantumkan pada halaman produknya.
SOLIX S5000 memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan Anker SOLIX C1000 berkapasitas 1.056Wh yang diluncurkan di Inggris dan Uni Eropa pada tahun 2023. Saat ini, Anker baru mengumumkan ketersediaan model baru tersebut untuk pasar AS, tanpa informasi mengenai peluncuran di wilayah lain. (nano)
Tinggalkan Komentar