Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo sudah mencapai 7.876 kasus update per 3 Juli. Dari jumlah tersebut, 6.653 sembuh, 516 meninggal dan 707 kasus aktif. Dari total kasus yang ada, angka kesembuhan tertinggi ada di Kecamatan Bendosari dengan 91,4% dan angka kematian tertinggi ada di Weru dengan 9,3%
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, untuk angka kesembuhan, setelah Bendosari disusul Kecamatan Kartasura 90,8%, Tawangsari dengan 87,9%, dan Kecamatan Grogol 86,1%. Untuk angka kematian, setelah Weru disusul Kecamatan Polokarto 9,2%, Kecamatan Kartasura 8,6%, dan Kecamatan Bendosari 7,6%.
“Hingga saat ini, kasus positif corona secara akumulasi terbanyak bergeser ke Kecamatan Mojolaban dengan 1.147 kasus, disusul Grogol 1.088 kasus, Baki 1.078 kasus dan Kecamatan Sukoharjo 1.029 kasus,” jelas Yunia.
Untuk 707 kasus aktif saat ini masih tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura enam orang, Baki 136 orang, Grogol 98 orang, Mojolaban 104 orang, Sukoharjo 110 orang, Polokarto 41 orang, dan Tawangsari 20 orang. Kemudian Kecamatan Bendosari empat orang, Nguter 128 orang, Bulu 31 orang, Weru 15 orang, dan Kecamatan Gatak 14 orang.
Dari 707 kasus aktif, terdiri dari 532 orang menjalani isolasi mandiri dan 175 menjalani rawat inap di rumah sakit. Yunia mengimbau masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena tren kenaikan kasus positif belum berhenti, bahkan mengalami peningkatan.
Yunia berharap, vaksinasi corona yang terus dilaksanakan dapat menciptakan kekebalan komunal sehingga penyebaran dan penularan kasus dapat ditekan. Saat ini, vaksinasi tengah dilakukan dengan sasaran, tenaga kesehatan, petugas layanan publik dan lanjut usia (lansia). (erlano putra)
Tinggalkan Komentar