Sukoharjonews.com – Jerawat dada adalah kondisi kulit umum yang memengaruhi banyak orang. Jerawat terjadi ketika pori-pori di dada tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Hal ini menyebabkan terbentuknya berbagai jenis lesi jerawat, termasuk komedo putih , komedo hitam, jerawat, dan kista. Meskipun penyebab pastinya dapat bervariasi, faktor umum meliputi fluktuasi hormonal, keringat berlebih, gesekan dari pakaian, dan produk perawatan kulit tertentu. Mengobatinya sering kali melibatkan kombinasi strategi, seperti pembersihan rutin dengan produk yang lembut, menghindari scrub yang kasar, menggunakan obat jerawat topikal, dan solusi alami yang mudah.
Dikutip dari Healthshots, pada Kamis (28/11/2024), berikut penyebab jerawat di dada:
1. Keringat Berlebihan
Keringat berlebih, yang umumnya disebabkan oleh aktivitas fisik, cuaca panas, atau kecemasan, dapat memperburuk jerawat, terutama di dada dan punggung. Keringat biasanya tidak berbahaya, meskipun dapat menarik kotoran, bakteri, dan sel kulit mati ke permukaan kulit. Polutan ini dapat menyumbat pori-pori, sehingga menyebabkan komedo dan lesi jerawat inflamasi, seperti yang ditemukan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cureus . Ditambah lagi, keringat dapat mengiritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif, yang memperburuk gejala jerawat. Untuk mengurangi jerawat akibat keringat, praktikkan kebersihan yang baik dengan mandi segera setelah berkeringat, menggunakan pembersih yang lembut, dan mengenakan bahan yang dapat menyerap keringat dan menyerap keringat.
2. Fluktuasi hormonal
Variasi hormonal, terutama yang berhubungan dengan pubertas, kehamilan, dan menopause, dapat berdampak besar pada produksi sebum. Selama masa-masa ini, fluktuasi hormon, seperti peningkatan kadar testosteron , menyebabkan kelenjar sebasea memproduksi sebum berlebihan, seperti yang ditemukan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Biochemistry . Zat berminyak ini dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan komedo (komedo hitam dan komedo putih) dan, akhirnya, lesi jerawat yang parah. Ditambah lagi, perubahan hormonal dapat mengganggu siklus pengelupasan sel-sel kulit, menyebabkannya berkumpul dan menyebabkan penyumbatan pori-pori. Interaksi yang menantang antara variabel hormonal dan perilaku sel kulit ini merupakan penyebab utama pembentukan jerawat, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau rentan berjerawat.
3. Pori-pori tersumbat
Pori-pori yang tersumbat adalah penyebab utama jerawat dada. Hal ini terjadi ketika sel-sel kulit mati, sebum (minyak) berlebih, dan bakteri terkumpul di folikel rambut. “Sel-sel kulit mati akan mengelupas secara alami, tetapi jika tidak mengelupas dengan baik, sel-sel tersebut dapat menumpuk dan menyumbat pori-pori,” jelas sang ahli. Produksi sebum yang berlebih, yang terkadang diatur oleh hormon, memperburuk penyumbatan. Saat pori-pori tersumbat, bakteri, terutama Propionibacterium acnes, berkembang biak di lingkungan tersebut. Bakteri ini menyebabkan peradangan, yang menyebabkan terbentuknya berbagai lesi jerawat, termasuk komedo putih, komedo hitam , jerawat, dan kista. Tingkat keparahan jerawat bervariasi menurut tingkat penyumbatan pori-pori dan peradangan.
4. Gesekan dari Pakaian
Gesekan pakaian dapat berperan penting dalam perkembangan jerawat dada, khususnya jerawat mekanika, jenis jerawat tertentu. Pakaian yang ketat atau kasar, seperti wol atau bahan sintetis, dapat mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat. Gesekan dan tekanan umum dari bahan-bahan ini dapat merusak penghalang alami kulit, menyebabkan peradangan dan peningkatan produksi sebum. Selain itu, keringat yang terperangkap di antara kulit dan pakaian dapat menghasilkan lingkungan yang hangat dan basah yang mendorong perkembangan bakteri dan memperburuk jerawat. Untuk mengurangi jerawat yang berhubungan dengan gesekan, kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat yang terbuat dari serat alami seperti katun. Mencuci pakaian secara teratur juga dapat membantu menghilangkan kotoran, bakteri, dan iritan yang dapat menyebabkan jerawat.(cita septa)
Tinggalkan Komentar