
Sukoharjonews.com – Pasti banyak yang mengira kalau tanah itu cuma bahan bangunan, jadi genteng, jadi batu bata, jadi tembok hahaha. Namun tidak untuk yang satu ini, di salah satu desa di indonesia tepatnya di Kabupaten Tuban Jawa Timur terdapat jajanan berbahan dasar tanah liat yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Jajanan ini dikenal dengan nama Ampo.
Dilansir dari Hello Indonesia, Selasa (23/1/224), pembuatan camilan ampo “tanah liat”
bahan dasar makanan ini terbuat dari tanah liat murni tanpa ada campuran bahan lain. makanan atau ampo ini biasa dikonsumsi sebagai jajanan atau camilan hehehe, apalagi di gemanri oleh ibu-ibu yang sedang hamil “ngidam”. oh iya tanah liat disebut juga dengan tanah liat dalam bahasa jawa atau disebut juga geophagi, kebiasaan makan tanah juga di oelh sebagian orang lain di berbagai belahan dunia, biasanya orang yang tinggal di daerah tropis atau hangat.
Mitosnah dibalik tradisi di negara kita pasti ada mitosnya, makanan dari tanah liat yang bernama “Ampo” sudah menjadi makanan yang dipercaya oleh masyarakat pulau jawa khususnya masyarakat jawa tengah jawa timur karena percaya dapat memperkuat sistem pencernaan.
Bahkan memakan tanh ini juga bisa dipercaya sebagai obat dari berbagai macam penyakit, kali ini kita akan mencoba mencari tahu dari segi kajian dan medis apakah aman mengkonsumsi tanah ini, berbahaya sekali, kalau berbahaya kok simbah simbah kami masih hidup ketika pertama kali mereka juga memakan makanan ini.
Ada 2 dampak, kelebihan dan kekurangan, berikut ulasannya.
Keunggulan
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ternyata tanah liat atau tanah liat steril mempunyai efek menenangkan perut dan membantu dalam melindungi dari serangan bakteri dan virus. Tanah liat ini juga dapat mengikat beberapa bakteri dan mikroba, patogen dan virus. biar tanahnya dijadikan semacam masker lumpur untuk gubuk.
Kerugian
Jelas terdapat risiko dalam konsumsi tanah liat yang terkontaminasi oleh kotoran hewan atau manusia, terutama risiko telur parasit, seperti cacing gelang yang dapat bertahan bertahun-tahun di dalam tanah dan dapat menimbulkan masalah. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko tertular Tetanus. Namun risiko ini secara umum dipahami oleh sebagian besar masyarakat atau suku yang mengonsumsi tanah liat.
Kegembiraan anak-anak untuk ikut mengonsumsi ampos membuat mereka lebih rentan terkena infeksi cacing. Bahaya lain yang terkait dengan memakan tanah liat termasuk kerusakan email gigi, tertelannya berbagai bakteri, berbagai bentuk kontaminasi tanah, dan penyumbatan usus. Namun proses pengolahan tanah liat yang cukup baik dengan cara dimasak atau dipanggang dapat mengurangi risiko tersebut.
Cara pembuatannya
Cara membuat Ampo sangat sederhana dan mudah. Namun tanah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan ampo tidak boleh sembarangan, melainkan harus berupa tanah liat lunak jenis tanah liat dan bebas dari pasir, kerikil, atau batu.
Dari tanah yang telah dikumpulkan, pembuatnya kemudian membentuk adonan berbentuk kotak atau bentuk lainnya dengan menambahkan udara secukupnya hingga membuat adonan tanah tersebut memiliki karakter tidak lengket di tangan.
Untuk membuat adonan berbentuk kotak, tanah ditambah air sedikit demi sedikit sambil sesekali ditumbuk dengan alat seperti palu besar dari kayu. Setelah adonan jadi, proses selanjutnya adalah mengikis atau mengecilkan tanah pada bagian atas adonan sedikit demi sedikit dengan menggunakan pisau bambu. Hasil serutan yang berbentuk batang sumbu dengan panjang 6-8 cm disebut ampo. Ampo kemudian dikumpulkan dan diletakkan di atas periuk gerabah tanah liat untuk diasapi di atas tungku kayu.(patrisia argi)



Facebook Comments