Tak Berkategori  

Simak Efek Samping Terlalu Banyak Minum Teh Berikut Ini

banner 468x60
Efek samping terlalu banyak minum teh. (Foto: Pinterest)

Sukoharjonews.com – Meskipun konsumsi teh dalam jumlah sedang biasanya menyehatkan bagi kebanyakan orang, minum terlalu banyak dapat menyebabkan efek samping, seperti kecemasan, kurang tidur, dan sakit kepala. Sebagian besar efek samping terkait dengan kandungan kafein dan tanin dalam teh.


Dikutip dari Healthline, Selasa (16/1/2024), teh adalah salah satu minuman yang paling dicintai di dunia. Varietas yang paling populer adalah hijau, hitam, dan semuanya terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis.

Meskipun konsumsi teh dalam jumlah sedang adalah pilihan yang sangat sehat bagi kebanyakan orang, melebihi 3–4 cangkir (710–950 ml) per hari dapat menimbulkan beberapa efek samping negatif. Berikut 9 efek samping dari terlalu banyak minum teh:

1. Mengurangi penyerapan zat besi
Teh adalah sumber yang kaya akan senyawa yang disebut tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, sehingga tidak tersedia untuk diserap di saluran pencernaan. Kekurangan zat besi adalah salah satu kekurangan nutrisi yang paling umum di dunia, dan jika kadar zat besi rendah, asupan teh berlebihan dapat memperburuk kondisi tubuh.

Jumlah pasti tanin dalam teh dapat sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara pembuatannya. Meskipun demikian, membatasi asupan hingga 3 cangkir atau kurang (710 ml) per hari merupakan kisaran yang aman bagi kebanyakan orang.


2. Meningkatnya kecemasan, stres, dan kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Mengonsumsi kafein secara berlebihan dari teh, atau sumber lainnya, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Rata-rata secangkir (240 ml) teh mengandung sekitar 11–61 mg kafein, tergantung pada variasi dan metode penyeduhannya. Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein dibandingkan teh hijau dan putih, dan semakin lama menyeduh teh, semakin tinggi kandungan kafeinnya.


3. Kurang tidur
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan berlebihan dapat mengganggu siklus tidur. Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

Metabolisme kafein pada tingkat yang berbeda-beda, dan sulit untuk memprediksi secara pasti bagaimana pengaruhnya terhadap pola tidur setiap orang. Beberapa penelitian menemukan bahwa bahkan hanya 200 mg kafein yang dikonsumsi 6 jam atau lebih sebelum tidur dapat berdampak negatif terhadap kualitas tidur, sedangkan penelitian lain tidak menemukan dampak yang signifikan.


4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan rasa mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong. Tanin dalam daun teh bertanggung jawab atas rasa pahit dan kering pada teh. Sifat tanin yang astringen juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan, sehingga berpotensi menimbulkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Orang yang lebih sensitif mungkin mengalami gejala ini setelah minum sedikitnya 1–2 cangkir (240–480 ml) teh, sedangkan orang lain mungkin bisa minum lebih dari 5 cangkir (1,2 liter) tanpa merasakan efek buruk apa pun.


5. Komplikasi kehamilan
Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat badan lahir bayi rendah. Meskipun demikian, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk tidak melebihi batas 200 mg.

6. Sakit kepala
Asupan kafein secara berkala dapat membantu meringankan jenis sakit kepala tertentu. Namun, bila digunakan secara kronis, efek sebaliknya bisa terjadi. Konsumsi rutin kafein dari teh dapat menyebabkan sakit kepala berulang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 100 mg kafein per hari dapat menyebabkan kambuhnya sakit kepala setiap hari, namun jumlah pasti yang diperlukan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi berdasarkan toleransi individu.


7. Ketergantungan kafein
Kafein adalah stimulan pembentuk kebiasaan, dan asupan teh atau sumber lain secara teratur dapat menyebabkan ketergantungan. Gejala penghentian kafein mungkin termasuk sakit kepala, mudah tersinggung, peningkatan detak jantung, dan kelelahan.

Tingkat paparan yang diperlukan untuk mengembangkan ketergantungan dapat sangat bervariasi tergantung pada orangnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini dapat dimulai setelah 3 hari konsumsi berturut-turut, dengan tingkat keparahan yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu.(khofifah-mg4/nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *