
Sukoharjonews.com – Saat kita makan, terutama makanan dalam jumlah besar, sistem pencernaan membutuhkan peningkatan aliran darah dan energi untuk memecah dan memproses nutrisi. Akibatnya, terjadi pergeseran aliran darah menuju sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otak sehingga berpotensi menimbulkan rasa lelah atau mengantuk.
Dikutip dari Healrhshots, pada Kamis (4/1/2024), keadaan kantuk atau kelelahan yang ekstrem setelah makan besar dikenal sebagai food coma, kata ahli gizi Bhakti Adkar. Kelesuan, kantuk, perasaan berat dan sulit berkonsentrasi adalah indikator umum dari koma makanan.
Apa penyebab koma makanan?
Pengalihan darah ke sistem pencernaan untuk membantu pemecahan dan penyerapan nutrisi mengakibatkan berkurangnya oksigen dan suplai darah ke otak, sehingga menyebabkan koma makanan. Penyebab lainnya adalah:
1. Pilihan makanan
Makanan tertentu, terutama yang kaya karbohidrat dan lemak dapat memicu pelepasan hormon tertentu seperti insulin dan serotonin , yang berperan dalam mengatur tidur dan suasana hati. Peningkatan kadar hormon-hormon ini dapat berkontribusi pada perasaan rileks dan mengantuk, kata sang ahli
2. Makanan dengan alkohol
Memasangkan makanan dengan minuman beralkohol dapat memperparah rasa kantuk. Alkohol adalah depresan sistem saraf pusat dan dapat memperkuat efek obat penenang dari faktor lain yang berkontribusi terhadap koma makanan.
3. Tekanan pada sistem pencernaan
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat membebani sistem pencernaan sehingga membutuhkan lebih banyak energi dan waktu untuk memprosesnya. Upaya tubuh untuk mengelola kelebihan ini dapat menyebabkan kelelahan dan kelesuan.
Berapa lama koma makanan berlangsung?
Durasi koma makanan bervariasi dari orang ke orang dan bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan komposisi makanan. Umumnya berlangsung selama beberapa jam saat tubuh bekerja mencerna dan mengolah makanan yang dikonsumsi.
Apa saja cara untuk mencegah koma makanan?
Untuk menghindari rasa ngantuk setelah makan besar, lakukan hal berikut sesuai anjuran pakar nutrisi:
1. Rencanakan makanan seimbang
Makanan Anda harus seimbang, jadi konsumsilah campuran serat, protein, dan lemak sehat. Ini akan membantu menstabilkan kadar gula darah Anda.
2. Konsumsilah dalam porsi lebih kecil
Hindari makan dalam porsi besar dan berat meskipun itu menggoda. Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering sepanjang hari.
3. Tetap terhidrasi
Minumlah banyak air sebelum dan sesudah makan. Ini akan membantu membantu pencernaan Anda dan juga mencegah dehidrasi.
4. Manjakan diri dengan makan dengan penuh perhatian
Kunyah makanan Anda perlahan dan nikmati setiap gigitan. Ini akan memungkinkan tubuh Anda memberi sinyal ketika perut Anda sudah kenyang.
5. Batasi karbohidrat olahan
Kurangi asupan karbohidrat olahan. Minuman dan makanan bersoda seperti kue kering, kue kering, dan pizza dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah Anda dengan cepat.
6. Pilih protein tanpa lemak
Pilihlah sumber protein tanpa lemak seperti ikan dan tahu. Mereka dikenal karena meningkatkan rasa kenyang tanpa rasa berat dari daging berlemak.
7. Mengatur asupan kafein
Batasi asupan minuman berkafein, terutama menjelang waktu makan. Hal ini akan membantu mencegah gangguan pada tidur dan pencernaan.
8. Sertakan makanan kaya serat
Gabungkan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk mendapatkan dosis serat yang sehat. Ini akan membantu melancarkan pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang.
9. Berolahraga secara teratur
Lakukan aktivitas fisik ringan setelah makan, namun jangan langsung setelah makan. Ini akan membantu merangsang pencernaan dan mencegah kelesuan.
10. Hindari makan berlebihan
Tidak peduli seberapa enak bau atau rasanya makanan, dengarkan sinyal kenyang dari tubuh Anda. Hindari makan berlebihan agar rasa lelah tidak menguasai Anda.
Jika Anda mengalami koma makanan, pertimbangkan untuk berjalan-jalan sebentar untuk merangsang pencernaan. Tetap terhidrasi, dan hindari kafein atau alkohol, karena dapat memperburuk rasa kantuk.(cita septa)



Facebook Comments