Tak Berkategori  

[HOAKS] Teknologi Nyamuk Wolbachia Dikendalikan sebagai Senjata Pembunuh Manusia

banner 468x60
Hoaks nyamuk Wolbachia yang diklaim dikendalikan sebagai pembunuh manusia. (Foto: Dok Kemenkominfo)

Sukoharjonews.com – Nyamuk baik “Wolbachia” masih bersliweran dan jadi bahan hoaks. Bahkan, nyamuk tersebut diklaim ada yang mengendalikan dan dijadikan senjata pembunuh manusia. Hoaks tersebut muncul dalam unggahan di TikTok.


Dilansir dari laman Kemenkominfo, Sabtu (2/12/2023), berikut ini faktanya:

Penjelasan :

Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang mengeklaim bahwa nyamuk Wolbachia dapat dikendalikan oleh sistem digital dan terkontrol oleh gelombang untuk mengejar manusia. Nyamuk tersebut diklaim sebagai senjata untuk membunuh manusia.

Faktanya, informasi tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari kompas.com, Kepala Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa nyamuk Wolbachia tidak memiliki chip. Wolbachia sendiri merupakan bakteri simbiotik yang secara alami ada pada hampir 70 persen spesies serangga di dunia, termasuk nyamuk.


Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Wolbachia dapat melumpuhkan virus Dengue dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti, sehingga virus Dengue tidak akan menular ke tubuh manusia. Bakteri Wolbachia ini juga tidak akan menimbulkan penyakit pada manusia. Kemenkes membantah klaim yang mengaitkan nyamuk Wolbachia dengan narasi soal senjata pembunuh manusia, digitalisasi, dan pemasangan cip.

Kategori: Hoaks

Link Counter:

– https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/11/16/143000782/-hoaks-nyamuk-wolbachia-jadi-senjata-pembunuh-manusia?page=all#page2

– https://www.rri.co.id/kesehatan/449285/apa-itu-inovasi-teknologi-nyamuk-wolbachia

– https://turnbackhoax.id/2023/11/29/salah-teknologi-nyamuk-wolbachia-dikendalikan-sebagai-senjata-pembunuh-manusia/. (*)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *